SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Subang (UNSUB) mencatatkan berbagai prestasi membanggakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Mulai dari pencapaian mahasiswa di bidang olahraga dan akademik hingga produktivitas dosen dalam memperoleh hibah kompetitif nasional, FKIP UNSUB menunjukkan eksistensi dan daya saingnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif dan berdampak.
Prestasi demi prestasi yang diraih menjadi bukti konkret bahwa FKIP tak hanya menjadi tempat belajar, namun juga ruang tumbuhnya potensi dan inovasi. Mahasiswa dari berbagai program studi tampil unggul di ajang lokal, regional, hingga nasional.
Di antaranya, pencapaian gemilang dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XIV Jawa Barat tahun 2022, di mana mahasiswa FKIP UNSUB berhasil membawa pulang berbagai medali ke Kabupaten Subang, seperti:
Juara 1 Paralayang kategori Open Distance
● Juara 1 kategori Triple Mix Two Man One Woman (Paralayang)
● Juara 1 Bola Tangan Pasir
● Juara 1 Voli Pasir
● Juara 1 Petanque
● Juara 1 Liga Futsal Antar Kampus Djarum Super Kabupaten Subang
● Juara 2 Liga Futsal Jawa Barat Wilayah IV
Tak hanya unggul dalam olahraga, mahasiswa FKIP juga menorehkan prestasi akademik. Beberapa tim berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Khususnya, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memperoleh pendanaan PPK Ormawa secara berturut-turut sejak 2022 hingga 2024.
Menurut Dekan FKIP UNSUB, Dr Nita Delima, M.Pd., keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang instan. Ia menyebut bahwa pencapaian mahasiswa merupakan buah dari sinergi antara pembinaan yang berkelanjutan, semangat kolaborasi, dan dukungan kelembagaan yang kuat.
“Kami di FKIP percaya bahwa prestasi tidak muncul dalam ruang hampa. Butuh pembinaan yang konsisten, ruang aktualisasi yang luas, dan tentu saja kepercayaan dari institusi. Alhamdulillah, mahasiswa kami menjawab itu semua dengan pencapaian nyata,” ujar Nita
Di sisi lain, para dosen FKIP juga menunjukkan dedikasi tinggi melalui berbagai kegiatan tridharma, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian masyarakat. Beberapa dosen memperoleh hibah nasional bergengsi, seperti:
● Program Pembelajaran Daring Kolaboratif (PDK) bersama Universitas Sembilanbelas November Kolaka.
● Matching Fund Kedaireka, berkolaborasi dengan PT Data Cerdas Indonesia dalam pengembangan inovasi pembelajaran digital.
● Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar pemberdayaan remaja dan penguatan literasi masyarakat Subang.
● Hibah AKPT (Asesmen Kecukupan Pembelajaran Tinggi) yang difokuskan pada penguatan kurikulum Prodi Pendidikan Matematika berbasis OBE (Outcome-Based Education).
Menurut Nita, keterlibatan dosen dalam berbagai program nasional menandakan bahwa FKIP telah memasuki tahap konsolidasi kualitas dan jejaring.
“Kami sangat mendorong para dosen untuk terus aktif dalam skema hibah nasional. Ini bukan hanya tentang reputasi, tetapi juga bentuk kontribusi kami dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dan transformatif bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih jauh, FKIP UNSUB juga tengah mempersiapkan diri untuk akreditasi unggul dan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Dengan semangat transformasi digital dan integrasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), fakultas ini berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi tantangan global.
“FKIP ke depan ingin menjadi rumah belajar yang tidak hanya membanggakan, tapi juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kami percaya, pendidikan adalah investasi sosial jangka panjang yang harus dijalankan secara kolaboratif,” pungkas Nita Delima.
Dengan capaian yang telah ditorehkan, FKIP UNSUB telah membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru pendidikan tinggi di wilayah Jawa Barat. Energi kolektif dari mahasiswa dan dosen membawa angin segar bagi masa depan fakultas, sekaligus menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya di daerah.





