Ragam

Tugu Sisingaan di Bundaran Wisma Karya, Simbol Budaya dan Identitas Subang

×

Tugu Sisingaan di Bundaran Wisma Karya, Simbol Budaya dan Identitas Subang

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Bagi masyarakat Kabupaten Subang, Tugu Sisingaan yang berdiri megah di Bundaran Wisma Karya bukan sekadar hiasan kota. Lebih dari itu, tugu ini merupakan simbol kebanggaan daerah yang merepresentasikan kekayaan budaya lokal serta menjadi identitas khas Subang di mata masyarakat luas.

Tugu ini menampilkan patung dua orang memanggul singa, menggambarkan atraksi kesenian Sisingaan, sebuah seni pertunjukan tradisional yang sudah melekat erat dalam kehidupan warga Subang. Dalam tradisinya, Sisingaan biasa ditampilkan dalam perayaan khitanan atau hajatan, diiringi musik tradisional dan gerakan yang khas, di mana seorang anak biasanya duduk di atas patung singa sambil diarak keliling kampung.

Dengan konsep artistik yang kuat dan makna budaya yang dalam, Tugu Sisingaan di Bundaran Wisma Karya menjadi ikon kota yang dikenal luas, bukan hanya oleh warga Subang, tetapi juga oleh wisatawan dan pendatang dari berbagai daerah.

Representasi Budaya Lokal

Sisingaan sendiri bukan sekadar tontonan, melainkan simbol dari semangat gotong royong, kebersamaan, dan kejayaan. Filosofi ini kemudian diwujudkan dalam bentuk monumen yang kini berdiri di jantung kota Subang. Patung dua orang pemanggul singa di tugu ini menyiratkan kerja sama dan kekompakan, dua nilai penting dalam kehidupan masyarakat Sunda.

Sebagai landmark, tugu ini juga menjadi penanda visual yang mudah dikenali, terutama karena letaknya yang strategis di pusat kota, dekat dengan berbagai fasilitas umum, kantor pemerintahan, dan kawasan bisnis. Tak heran bila tugu ini juga kerap dijadikan titik temu, titik awal acara-acara komunitas, dan spot foto favorit bagi masyarakat.

Menjaga Warisan Budaya Lewat Monumen

Tugu Sisingaan bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetika kota, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan tradisi lokal di tengah modernisasi. Pemerintah daerah pun menjadikan ikon ini sebagai bagian dari promosi pariwisata dan edukasi budaya, terutama bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya.

“Subang punya ciri khas yang kuat dalam budaya Sisingaan. Tugu ini adalah bentuk konkret dari komitmen kita untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya lokal kepada siapa pun yang datang ke kota ini,” ujar seorang pegiat budaya lokal.

Daya Tarik Wisata dan Edukasi

Tugu Sisingaan juga menjadi salah satu destinasi wisata ikonik di Subang. Banyak wisatawan yang singgah untuk berfoto atau sekadar mengagumi bentuk artistiknya. Dalam berbagai momen tertentu seperti Hari Jadi Subang atau Festival Sisingaan, kawasan sekitar bundaran ini pun sering menjadi pusat keramaian dan perayaan budaya.

Dengan segala nilai simbolik dan daya tarik visualnya, Tugu Sisingaan bukan hanya menjadi kebanggaan warga Subang, tetapi juga menjadi penguat identitas daerah di tengah gempuran budaya luar yang terus masuk.