SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Tataliwargi Sekar Arum Dahana melakukan kunjungan budaya ke Saung Angklung Udjo, Bandung, sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya Nusantara.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Tataliwargi, Fera Churairah, yang juga merupakan istri dari Direktur Utama PT DAHANA. Dalam kunjungan tersebut, para anggota diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Sunda melalui pertunjukan seni yang edukatif, atraktif, dan penuh makna.
Sesampainya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh pihak pengelola Saung Udjo. Suasana penuh keakraban langsung terasa ketika para peserta mulai menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya, mulai dari wayang golek Sunda, tarian-tarian daerah yang enerjik, hingga pertunjukan musik angklung kolaboratif yang dimainkan oleh anak-anak binaan Saung Udjo.
Setiap pertunjukan dirancang dengan pendekatan edukatif yang kuat. Selain menyuguhkan hiburan, pertunjukan ini juga mengandung pesan moral seperti pentingnya gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan budaya.
“Saung Udjo bukan hanya tempat hiburan, tapi ruang pembelajaran budaya yang hidup. Kami belajar tentang harmoni, gotong royong, dan semangat melestarikan jati diri bangsa melalui musik dan tarian tradisional,” ungkap Fera Churairah.
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah sesi interaktif di mana seluruh anggota Tataliwargi turut diajak memainkan alat musik angklung secara bersama-sama. Di bawah arahan instruktur Saung Udjo, peserta tampak antusias mengikuti irama, menciptakan harmoni musik tradisional yang menggugah semangat kebersamaan.
Tak hanya bermain angklung, peserta juga diajak menari bersama mengikuti gerakan para penari profesional. Keceriaan terpancar dari wajah para peserta yang larut dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan kunjungan ini bukan semata sebagai hiburan, namun menjadi bagian penting dari misi Tataliwargi Sekar Arum Dahana sebagai organisasi yang aktif memberdayakan perempuan dalam berbagai aspek sosial dan budaya.
Fera menegaskan bahwa peran perempuan sangat penting dalam menjaga dan mewariskan budaya bangsa kepada generasi penerus.
“Budaya adalah akar yang menyatukan kita. Dengan mengenalnya, kita bisa lebih mencintai Indonesia. Hari ini kami tidak hanya belajar, tapi juga turut menjadi bagian dari pelestariannya,” ujar Fera
Tataliwargi Sekar Arum Dahana terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga berdampak positif terhadap masyarakat dan kelestarian budaya.
Melalui kegiatan semacam ini, organisasi berharap dapat menjadi bagian dari gerakan kolektif dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi dan globalisasi..





