JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Daging beku merupakan bahan makanan yang umum disimpan dalam freezer, namun sebelum dimasak, daging tersebut harus dicairkan terlebih dahulu. Meski terdengar sederhana, cara mencairkan daging beku tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan dalam proses ini dapat memicu pertumbuhan bakteri berbahaya, seperti Salmonella, yang berisiko menyebabkan keracunan makanan.
Menurut informasi dari laman Mayo Clinic, gejala keracunan makanan akibat bakteri Salmonella dapat berupa diare, kram perut, demam, mual, hingga muntah. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami teknik pencairan daging yang aman.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia melalui akun Instagram resminya, @bpom_ri, memberikan panduan mengenai tiga cara aman mencairkan daging beku yang dapat diterapkan di rumah.
1. Mencairkan di dalam lemari es (chiller)
Metode paling aman adalah dengan memindahkan daging dari freezer ke chiller bersuhu 0–4 derajat Celsius. Biarkan daging berada di dalam chiller hingga mencair secara perlahan. Ciri bahwa daging telah mencair sempurna adalah tidak adanya bunga es pada permukaan. Setelah lunak sepenuhnya, daging siap langsung diolah.
2. Merendam dalam air dingin
Metode ini lebih cepat dibandingkan chiller. Daging beku dibungkus rapat menggunakan plastik agar tidak terkena air, kemudian direndam dalam air dingin di wadah yang bersih. Air perlu diganti setiap 30 menit untuk menjaga suhu tetap rendah. Setelah es mencair, daging bisa langsung dimasak.
3. Menggunakan microwave
Bagi yang menginginkan cara cepat dan praktis, fitur defrost pada microwave bisa menjadi pilihan. Namun, BPOM mengingatkan agar daging segera dimasak setelah proses defrost selesai untuk menghindari pertumbuhan mikroorganisme yang berbahaya.
BPOM juga menegaskan bahwa daging yang telah dicairkan sebaiknya tidak dibekukan kembali, karena dapat memengaruhi kualitas dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan suhu dan lama proses thawing guna menjaga keamanan pangan dan mencegah risiko keracunan. Dengan menerapkan cara yang tepat, pengolahan daging beku menjadi lebih higienis dan aman dikonsumsi.





