Pemerintahan

Menkes Minta Maaf kepada BGN, Sering Jadi Sasaran Amarah Publik soal Program MBG

×

Menkes Minta Maaf kepada BGN, Sering Jadi Sasaran Amarah Publik soal Program MBG

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. (Sumber: Dok. Setwapres RI)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan permintaan maaf kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas seringnya BGN menjadi sasaran kemarahan publik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini diungkapkan Menkes saat menghadiri rapat bersama Komisi IX DPR RI.

“Kalau ada masalah soal MBG, yang sering dimarahi itu Pak Dadan. Seharusnya yang juga disalahkan adalah Menteri Kesehatannya,” ujar Menkes Budi di hadapan anggota dewan. Ia juga menambahkan bahwa Dadan sempat menyatakan bahwa Menkes sudah banyak menerima kritik dari isu-isu lain, sehingga tak masalah bila beban amarah publik juga mengarah ke dirinya.

Lebih lanjut, Menkes menjelaskan bahwa penyediaan makanan siap saji dalam program MBG bagi siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Kesehatan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk melalui fasilitas Puskesmas.

Adapun pengawasan terhadap makanan olahan yang digunakan dalam program tersebut menjadi kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MBG, Menkes menyatakan bahwa pihaknya telah meminta agar dibuat program yang memungkinkan koordinasi lebih baik antara Kemenkes dan BGN melalui Dinas Kesehatan.

“Jadi nantinya, kalau ada masalah atau pelanggaran, teguran itu seharusnya dimulai dari Dinas Kesehatan kota, lalu ke provinsi, baru ke Kemenkes, dan terakhir ke BGN,” jelas Menkes Budi.

Pernyataan ini diharapkan dapat memperjelas pembagian tugas dan alur tanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG, serta memberikan dukungan lebih besar kepada BGN agar tidak lagi menjadi sasaran utama kritik publik.