SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Program “Nyaah Ka Indung” yang digagas Gubernur Jawa Barat berhasil menyasar 1.038 penerima manfaat di Kabupaten Subang sejak diluncurkan pada April 2025 lalu.
Program ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi “ibu asuh” bagi para lansia, terutama perempuan, yang hidup dalam keterbatasan.
Kabag Kesra Setda Subang, Saeful Arifin, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 40/PMD.03.04/BKD yang mengamanatkan keterlibatan ASN dalam memberikan perhatian, perlindungan, dan pendampingan kepada lansia di lingkungan masing-masing.
“Targetnya empat lansia per desa, yang bisa ditangani melalui OPD, Baznas, kecamatan, dan desa. Tidak ada batasan besarannya, tapi untuk penyeragaman kita mengacu ke pusat, yakni bantuan bisa berupa uang maupun barang. Misalnya, disepakati Rp200 ribu per penerima per bulan,” ujar Saeful, Jumat (19/9/2025).
Menurut Saeful, jumlah penerima manfaat bisa terus bertambah seiring dengan bertambahnya donatur. Pasalnya, program ini tidak hanya terbuka bagi ASN, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin ikut berbagi dan bersedekah.
“Alhamdulillah sejak berjalan sudah ada 1.038 penerima manfaat di Subang. Ke depan, kalau semakin banyak yang ikut serta, tentu semakin banyak pula lansia yang terbantu,” tambahnya.
Selain memberikan bantuan ekonomi, ASN juga diminta untuk mendampingi lansia dalam hal kesehatan, kebutuhan gizi, hingga perhatian emosional. Dengan begitu, program ini tidak sekadar bantuan materi, melainkan juga bentuk nyata penghormatan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap para orang tua.
Melalui “Nyaah Ka Indung”, pemerintah ingin menghidupkan kembali nilai budaya Sunda berupa penghormatan dan kepedulian terhadap orang tua, sekaligus meningkatkan kebahagiaan serta kesejahteraan lansia di usia senja.



