JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Di balik tawa jenaka yang kerap ia tampilkan demi menghibur pemirsa di layar kaca, komedian Dede Sunandar ternyata sedang menyimpan duka mendalam. Kehidupan rumah tangganya bersama sang istri, Karen Hertatum, kini berada di ambang kehancuran. Ironisnya, di tengah badai keretakan tersebut, pria berusia 35 tahun ini secara blak-blakan mengaku sedang mengalami kesulitan ekonomi yang hebat, bahkan hanya untuk sekadar membayar biaya pengurusan perceraian.
Kabar mengejutkan ini mulai mencuat ke publik setelah Karen Hertatum meminta dokumen pernikahan mereka untuk segera mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Namun, proses hukum tersebut terhambat karena Dede mengaku tidak memiliki dana untuk menindaklanjutinya.
Secara terbuka, Dede mengungkapkan ketidaksanggupannya secara finansial. Ia merasa keberatan jika harus mengeluarkan uang untuk mendanai proses perpisahan hukum yang sebenarnya sama sekali tidak ia inginkan.
“Ya aku nggak ada (uang), emang jujur kalau buat ini (biaya cerai) memang aku belum ada. Masak bantuin ngurus cerai pakai duit ane?” ujar Dede saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026).
Dede menegaskan bahwa di tengah keterbatasan ekonomi saat ini, ia lebih memilih mengalokasikan uangnya untuk keperluan anak-anak ketimbang membiayai proses perceraian. Ia juga menambahkan bahwa dirinya masih memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya.
“Kalau buat kita bareng-bareng lagi itu pasti ada, tapi kalau buat ngurus perceraian aku nggak ada karena kan aku mau mempertahankan,” imbuhnya.
Tak Ada Aset untuk Digono-Gini
Saking peliknya kondisi ekonomi yang menjeratnya saat ini, Dede bahkan sempat berseloroh getir mengenai harta bersama. Ia memastikan bahwa dalam proses perceraiannya nanti tidak akan ada perebutan harta gono-gini, karena dirinya sudah tidak lagi memiliki aset berharga seperti rumah maupun mobil pribadi.
“Yang mau digono-gini apa? Rumah gue kagak ada, mobil kagak ada, apa yang mau digono-gini aku juga bingung,” kata Dede sambil tertawa pahit.
Ia tidak menampik bahwa terdapat perbedaan bak bumi dan langit antara penghasilannya di masa kejayaan dahulu dengan realitas yang harus dihadapi sekarang. Kendati demikian, ia tetap bersyukur atas rezeki kecil yang masih bisa ia dapatkan demi kelangsungan hidup anak-anaknya.
“Nggak kayak dulu punya uang beratus-ratus juta, sekarang mah ya ada ajalah alhamdulillah buat rezeki buat anak, buat makan, buat jajan,” paparnya.
Rela Ambil Pekerjaan Apa Saja Demi Anak
Demi menyambung hidup dan memastikan biaya sekolah anak-anaknya tetap terpenuhi, Dede kini membuang jauh-jauh ego kebintangannya. Ia mengaku tidak lagi pilih-pilih dalam menerima tawaran pekerjaan.
Mulai dari menjadi pembawa acara (Master of Ceremony/MC) di warung kopi kecil hingga acara grand opening toko di berbagai kota, semua rela ia lakoni demi mengais rezeki.
“Apa pun saya terima. Entah nge-MC di Kopi Revolusi, entah lagi grand opening tiba-tiba suruh nge-MC saya mah terima saja. Di Bogor, di Sentul, ke Riau pun saya ambil demi anak-anak,” pungkas Dede.




