Inilah 5 Film Holywood yang Bikin Negara Lain Murka

Borat Movie

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Film-film Hollywood sering kali menjadi sorotan karena keberaniannya dalam menyajikan konten yang kontroversial dan berani mengangkat isu-isu yang sensitif.

Namun, tidak jarang kebebasan ekspresi yang dimiliki oleh industri perfilman tersebut justru menimbulkan kemarahan dari negara-negara tertentu.

Berikut adalah lima film Hollywood yang berhasil memicu reaksi negatif dari negara-negara lain:

  1. Zoolander (2001): Malaysia Marah

 

Film komedi satir ini mengisahkan tentang Derek Zoolander, seorang model yang direkrut untuk melakukan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Malaysia. Malaysia merasa tersinggung dengan penggambaran negaranya dalam film ini dan menganggapnya sebagai penghinaan.

  1. Borat (2006): Kazakhstan Geram

film Borat dibintangi Sacha Baron Cohen

Borat, seorang jurnalis bodoh dari Kazakhstan, menjadi sorotan dalam film ini dengan tingkah lakunya yang kontroversial di Amerika Serikat. Awalnya, Kazakhstan marah karena digambarkan sebagai negara terbelakang, namun dalam sekuelnya, negara tersebut justru memanfaatkan popularitas karakter Borat untuk mempromosikan pariwisata.

  1. The Departed (2006): Tiongkok Meradang

Film mafia ini menimbulkan kemarahan dari Tiongkok karena menampilkan geng kriminal Tionghoa. Pihak Tiongkok mempertanyakan alasan mengapa negara mereka harus dihubungkan dengan kisah mafia yang sebagian besar berkutat pada Italia dan Irlandia.

  1. 300: Rise of Empire (2014): Iran Murka

Penggambaran orang Persia yang kejam dalam film ini memicu kemarahan dari Iran. Negara tersebut merasa bangga dengan leluhur dan budaya mereka, sehingga penggambaran negatif dalam film dianggap sebagai penghinaan.

  1. The Interview (2014): Korea Utara Mengamuk

Film satir yang mengisahkan tentang Kim Jong-un ini menimbulkan kemarahan dari Korea Utara. Karakterisasi Kim Jong-un yang konyol dan egois dianggap sebagai penghinaan besar. Bahkan, produser film ini, Seth Rogen, mendapat ancaman pembunuhan dan harus dijaga 24 jam sebagai tindakan keamanan.

Dari kelima film tersebut, terlihat bahwa kebebasan berekspresi yang dimiliki oleh industri perfilman Hollywood sering kali menimbulkan ketegangan diplomatik dengan negara-negara lain yang merasa tersinggung atau dihina dengan penggambaran mereka dalam film-film tersebut.