Entertainmen

PSJ UIN Bandung Angkat Isu Kesehatan Mental Lewat Seni, Hadirkan “Arena Gembira”

×

PSJ UIN Bandung Angkat Isu Kesehatan Mental Lewat Seni, Hadirkan “Arena Gembira”

Sebarkan artikel ini
PSJ 2025 Usung Tema Kesehatan Mental, Hima Jurnalistik UIN Bandung Hadirkan “Arena Gembira” (Ist.)

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar Pekan Seni Jurnalistik (PSJ), program tahunan yang menjadi ruang eksplorasi sekaligus apresiasi seni bagi mahasiswa. Tahun ini, PSJ mengusung tema kesehatan mental dengan tajuk “Arena Gembira”, yang digelar di Teras Sunda, Jalan Raya Cipadung, Kota Bandung, Minggu (7/12).

Ketua Hima Jurnalistik UIN Bandung, Aldo Luthfi, menjelaskan bahwa PSJ merupakan proyek kolaboratif yang melibatkan berbagai cabang seni seperti musik, tari, hingga seni peran. Melalui gelaran ini, pihaknya ingin menekankan bahwa kesehatan mental tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sosial dan kegiatan kreatif mahasiswa.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa kesehatan mental berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Ada yang terlihat sehat, tetapi sebenarnya menyimpan luka batin,” ujar Aldo.

Selain menampilkan karya seni, PSJ juga mengadakan sesi berbagi pengetahuan bersama komunitas kreatif, seperti Minoria (band kolektif) dan Aksalaya (komunitas film). Sejumlah unit kegiatan seni dari lingkungan kampus turut berpartisipasi, seperti UKJ Seni, Riungan Suar Jurnalistik (RSJ), Teater Pena, dan Seni Tari Mahasiswa Jurnalistik (STMJ). Penampil dari luar kampus juga ikut meramaikan acara.

Aldo berharap penyelenggaraan PSJ terus berkembang dari tahun ke tahun. “Bukan hanya konsep, tapi juga teknis pelaksanaannya semakin matang. Mulai dari venue yang lebih luas hingga jangkauan audiens yang makin besar,” tambahnya.

Seni sebagai Medium Pemulihan

Ketua Pelaksana PSJ 2025, Daimat, menuturkan bahwa tema kesehatan mental dipilih bukan sekadar nama, melainkan doa agar seni dapat menjadi ruang kegembiraan dan ketenangan bagi pengunjung.

“Seni adalah kendaraan yang membawa penikmatnya menuju kegembiraan dan ketenangan nurani. Ia membantu kita merasakan berbagai hal yang sulit diungkapkan melalui kata-kata,” ujarnya.

Daimat menyebut kesehatan mental menjadi fokus utama PSJ tahun ini, karena seni dapat berfungsi sebagai medium pemulihan dari situasi emosional yang berat. Menurutnya, setiap manusia menyimpan pengalaman emosional yang tidak selalu mudah diekspresikan. “Seni menjadi instrumen untuk membantu kita memahami dan menyalurkan beban emosional,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa PSJ 2025 menghadirkan beragam bentuk aktivitas seni yang relevan, mulai dari konser musik, pameran foto, monolog, hingga diskusi film. Tak hanya itu, kolaborasi lintas komunitas diharapkan dapat memperluas jejaring dan memperkaya ruang kreatif mahasiswa.

Dorongan Ekosistem Seni yang Berkelanjutan

Daimat menegaskan, Arena Gembira bukan sekadar wadah hiburan, tetapi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar berekspresi sekaligus merawat kesehatan mental.

Acara ini disebutnya menjadi momentum untuk menghidupkan ekosistem kesenian di lingkungan Jurnalistik UIN Bandung. Dengan dukungan mahasiswa, komunitas seni, dan alumni, PSJ diharapkan tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ruang kreatif dan membangun kepedulian terhadap isu kesehatan mental.

“Harapannya, setelah acara ini, bakat seni di Jurnalistik semakin konsisten. Baik dalam musik, film, tari, maupun teater, semuanya harus terus bergerak dan berkarya,” pungkas Daimat.