FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Serius Garap Pertanian, Pesantren Al-Mizan Tandatangani MoU dengan IPB



MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM - Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, melakukan penandatanganan MoU dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kerjasama tersebut, dalam rangka untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan sumber daya dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendatanganan MoU atau kerjasama tersebut digelar di Aula Pertiwi Pondok Pesantren Al-Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Rektor IPB, Prof Arif Satria berpesan kepada para santri untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Dengan situasi perubahan zaman yang cepat ini, dibutuhkan kemauan yang keras serta kompetensi untuk menjawab tiap kesempatan yang datang.

Ia menekankan, mindset 'pemenang' kepada warga pesantren. Tidak hanya soal kompetensi saja yang dibutuhkan, namun juga mental pemenang dari warga nahdliyin bahwa mereka bisa menjadi apa saja termasuk jadi pemimpin-pemimpin bangsa.

"Pesantren telah banyak melahirkan tokoh besar di berbagai bidang seperti Gus Dur, Habib Lutfi, Kiai Maruf Amin, Muhaimin Iskandar dan  banyak lagi. IPB siap memfasiltasi alumni pesantren untuk jadi generasi yang memiliki integritas, profesionalitas, transformatif dan berpikiran terbuka," ujar Profesor kelahiran Pekalongan ini.

Sementara kehadiran Rektor IPB tersebut juga merupakan rangkaian acara pembukaan Pesantren Agroforestri (Wanatani ) Al-Mizan Wanajaya, yang berdiri di atas lahan seluas 11 hektare, di Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, yang berjarak 5 km dari pesantren induk di Jatiwangi.

"Di tengah krisis ekologi dan perusakan alam yang kian parah, kita perlu memperbaiki sikap dan pandangan (world view) manusia terhadap alam yang keliru, menggugat sikap keberagaman yang tidak sesuai dengan prinsip keislaman dan memelopori gerakan untuk melestarikan alam semesta dan kehidupan," kata Pengasuh Pesantren Al-Mizan KH. Maman Imanulhaq, Senin (5/4/2021)

Menurut Maman, bahwa desain pesantren Al-Mizan Wanajaya ini menekankan pentingnya sumber daya manusia yang sehat, meliputi sehat badan, sehat rohani, dan juga mampu menyehatkan lingkungan hidup.

Hal ini, kata dia, sangat penting dalam situasi areal pertanian yang semakin menyempit, akses air dan degradasi lahan yg semakin sulit, produksi limbah yang berlebih dan minimnya asupan cadangan makro dan mikro nutrisi.

Menurut Kang Maman sapaan karib KH. Maman Imanulhaq, yang juga Anggota DPR RI ini, dengan institusi kepesantrenan yang kuat dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan lahir aktor-aktor muda dari kalangan santri dan juga mendorong kalangan yang lebih luas untuk memperhatikan masalah ekologi sebagai bidang garapan yang sangat penting untuk digerakkan.

"Dengan begitu para santri dapat lebih memahami "integrated farming system”, sehingga dapat memberikan perubahan yang lebih baik," jelasnya

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Dalam 10 Bulan, Pemkab Purwakarta Bertabur Penghargaan https://t.co/CIclG8woX6
Tempati Lahan 15 Hektarem Pesantren Tahfidz - Agrobisnis Bakal Hadir di Desa Cisampih, Subang https://t.co/kpXmNeOuiK
Alami Kenaikan, Penerimaan ZIS di Baznas Subang Capai Rp2.3 Miliar https://t.co/xTKRixDMbG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter