FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Beras masih fluktuatif, Dekan Pertanian Univ Majalengka: Indonesia Belum Daulat Pangan



MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Negara agraris adalah salah satu julukan yang masih melekat dengan Indonesia hingga saat ini. Julukan itu disematkan karena Indonesia terkenal sebagai negara penghasil komoditas pertanian.

Meski dijuluki negara agraris, namun pada praktiknya Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan negara. Oleh karena itu, Indonesia dianggap belum daulat terhadap ketahanan pangan.

"Belum (Indonesia daulat pangan), karena kedaulatan pangan itu diartikan bahwa kita itu sudah mampu memenuhi pangan secara mandiri. Nah kalau lihat di statistiknya kita masih bergantung dari impor," kata akademisi Universitas Majalengka (Unma), Umar Dani, Senin (4/7/2022).

Akademisi yang juga menjabat Dekan Fakultas Pertanian itu menyampaikan, ada beberapa fakta bahwa Indonesia belum mencapai swasembada, salah satunya komoditas beras.

Seperti yang diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai lumbung padi terbesar di dunia. Akan tetapi, sebagian kebutuhan beras di Indonesia saat ini masih bergantung dengan impor. Adapun alasan impor dalam rangka menjaga stabilitas pangan negara.

"Beras masih fluktuatif, seperti 2020 kita sudah berada di atas tetapi di tahun 2021 mengalami penurunan. Itu yang menjadi kekhawatiran kami bagaimana untuk meningkatkan kedaulatan pangan itu jalannya masih jauh," ujar dia.

Ia berharap fluktuatif jumlah pasokan pangan di tahun ini tidak mengalami penurunan lagi. Sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

"Kalau hal ini mengalami kelandaian kita tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan secara nasional, sehingga kita sangat tergantung pada impor," jelas dia.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.