FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tradisi Warga Subang di Pemakaman saat Lebaran





Berjiarah setelah lebaran memang sudah menjadi tradisi warga Subang, mereka biasanya berjiarah ke makan sanak saudaranya untuk mendoakan dan membersihkan makam seperti pada umumnya, namun pemandangan berbeda akan terlihat di pemakaman yang berada di Kecamatan Pagaden.

Salah satunya dipemakaman umum yang terletak di Kampung Sukarandeg Desa Gungsari Kecamatan Pagaden. Mulai pagi samapai siang hari anak-anak berusia belasan di Kampung tersebut mulai berkerumun di pemakan umum tersebut. Mereka sudah bersiap untuk berebut uang receh yang suka diselipkan oleh para pejiarah diatas makam keluraganya. "Saya dan teman-teman suka ngambil uang receh yang suka disimpan pejiarah diatas nisan," kata Rianda (13) kepada TINTAHIJAU.com, Sabtu (10/8/2013).

Kegiatan memburu uang receh dengan nominal Rp200 dan Rp500 perak itu dilakukannya sehari seusai sholat Idul Fitri samapai H+4 lebaran. "Kita seharinya bisa dapat Rp40 ribuan, dari pagi sampai siang, " ujarnya.

Salah seorang warga sekitar makam, Kusnadi (40) menuturkan, bahwa tradisi berebut uang receh di makam itu sudah berlangsung turun temurun. "Di Pagaden memang tradisinya seperti ini, pejiarah suka nyimpen uang dan anak-anak suka berebut," katanya.

Yang berjiarah ke pemakaman tersebut selain warga sekitar banyak juga warga luar kota yang sodaranya di makamkan disana. Sambil mudik ke kampung sini mereka berjiarah dan biasanya pejiarah dari luar kota itu nyimpen uangnnya suka banyak. "Biasanya 4 hari setelah lebaran pejiarah masih ramai, tahun lalu saja sampai H+4 masih banyak pejiarah, tuturnya. [Warlan putra | @warlanPutra]

 



Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini