FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tumor Ganas Nyaris Tutupi Wajah Nafiah





Alasannya klasik, soal biaya. Menurutnya, jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari bersama suaminya itu, dari belasan kasih pemberian tetangganya. Harapan terbesar Nafiah adalah bantuan dari donatur untuk mengoeprasi tumor ganasnya tersebut. "Saya sangat membutuhkan bantuan untuk menyembuhkan penyakit saya dan suami saya," kata Nafiah lirih kepada TINTAHIJAU.com, Sabtu (14/9/2013)

Di rumah sederhana yang ia tinggali, Nafiah hidup bersama suaminya dan seorang anaknya. Celakanya lagi, pada saat yang sama sang suami, Lukman (50) mengalami struk. Tidak ada aktivitas berarti yang dilakukan keduanya, selain berdoa ada bantuan yang tidak terduga untuk mengobati penyakit mereka.

Lebih mirisnya lagi, sejak keduanya menderita penyakit itu, tidak sekalipun pemerintah, baik dari level Desa hingga Kabupaten yang datang untuk menjenguk mereka, terlebih menawarkan pengobatan.  Bahkan saat ratusan warga Subang sibuk mengantri di kantor pos untuk menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) pasangan suami istri itu justru dianggap bukan termasuk orang yang berhak menerima bantuan pemerintah pusat itu. "BLSM tahap pertama nggak dapat dan yang tahap kedua nggak dapat juga, padahal saya sangat butuh bantuan," tutur Nafiah.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, seorang anaknya yang banting tulang bekerja sebagai serabutan. Jika lagi mujur, mereka bisa makan. Jika tida, mereka hanya menunggu dari tetangga atau saudaranya. "Saya hanya berharap dan berdoa mudah-mudahan bisa berobat untuk saya sendiri dan suami saya," ucapnya. [Warlan putra | @warlanPutra]



 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini