FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kapok jadi Pengemis, Ini Rencana Walang di Subang




Walang menceritakan awal mula ke Jakarta, dirinya terinspirasi kepada pengemis yang menggunakan grobak, saat bekerja menjadi tukang agar-agar di Jakarta. Setelah melaihat hal tersebut. Dirinya langsung terinspirasi melakukan hal yang sama seperti pengemis yang dilihatnya. "Ya, setelah saya ngeliat pengemis bergrobak itu, lalu saya pulang, ambil modal dan bikin grobak di Jakarta. Lalu saya mengemis," tegasnya.

Adapun sejumlah uang yang berada digrobaknya Rp21 juta, menurutnya itu murni hasil menjual dua sapi miliknya. Sebelum mengemis ke Jakarta dirinya menjual kedua sapi miliknya. "Itu uang hasil ngejual sapi. Bukan hasil ngemis, kalau hasil ngemismah sehari itu dapat Rp100 ribu. Itu kalau dapat, ya kalau nggak. Ya nggak dapat apa-apa," tuturnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa sebelum berangkat ke Jakarta untuk menjadi pengemis dirinya mengaku telah mendaftarkan diri untuk berangkat ke tanah suci. "Saya udah daftar haji pada tahun 2013. Niat saya ke Jakarta itu untuk nyicil sisanya, yang tinggal Rp10 juta lagi," katanya.

Selama 6 bulan mengemis di Jakarta dirinya hanya mendapatkan uang sebulan itu Rp3-4 juta. Dan hari ini dirinya membawa Rp4,4 juta. "Ya, uang ini hasil ngemis saya dan pak Sa'aran ngemis selama satu bulan sebelum ditangkap, sekarang kita akan bagi dua. Dan kalau uang saya yang Rp21 juta akan saya jadikan modal usaha," tuturnya.

Staf Dinas Sosial Jakarat Timur, Prayitno yang saat itu mengantar Walang, mengatakan, bahwa Walang dan Sa'aran sudah berjanji tidak akan ke Jakarta lagi. "Pak Walang sudah berjanji tidak akan ke Jakarta lagi, kalau beliau ke Jakarta lagi, maka akan dikenakan sanksi, sesuai perda No. 8 tahun 2007 tentang tertib sosial kalau tidak denda. Yang melanggar akan dipidana," tutur Prayitno.

Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono menagatak bahwa kasus pengemis tajir seperti Walang merupakan poteret masyarakat kita. Terjaring di jakarta. Sebagai pengemis tajir tapi ternyata itu hasil dagang sapi. "Kasus ini bisa membuat masyarakat untuk tidak berbondong-bondong ke jakarta," katanya.

Kedepannya menurut Beni, pihaknya akan melakukan pembinaan. Untuk pengemis. "kisah Walang ini jangan sampai dijadikan contoh. Karena mustahil pengemis itu bisa berpenghasilan segitu," tambahnya. [Warlan putra | @warlanPutra]

 



 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kenali Mitos-Mitos Seputar Kontrasepsi yang Tidak Boleh Anda Percaya https://t.co/ipPKujbNKu
Tiga Pejabat Posisi Vital di Lingkungan Pemkab Subang Pensiun https://t.co/4I5brX59KS
Jose Mourinho Kritik Kinerja Wasit Saat Roma Takluk dari Lazio https://t.co/P45dzDT5d6
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter