FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Lagi, Bocah Tanpa Anus Ditemukan di Subang




"Setiap hari saya berdoa semoga suatu saat anak saya bisa dioperasi. Sehingga bisa normal seperti anak-anak yang lain," kata Wati, ibu Irwansyah saat TINTAHIJAU.com mendatangi kediamannya di Desa Cibalandong, Kecamatan Cibogo, Subang.

Irwansyah, putra kedua pasangan Wikanda-Wati lahir tidak sempurna. Ia tidak memiliki anus seperti layaknya yang lain. Kondisi yang dialami Irwansyah di desa itu, bukan kejadian kali pertama. Sebelumnya Rehan (5) mengalami nasib yang sama. Rehan kini menjalani operasi RSHS atas
bantuan pemerintah.

Saat ditemui di kediamannya, Irwansyah tampak ceria. Tidak sedikitpun ia merasakan sakit. Bahkan saat buang air besar. Namun siapa sangka, dalam hatinya ia menginginkan normal seperti kawan sebayanya. Keinginan itu beralasan, pasalnya ia kerap diejek oleh rekan-rekannya. Irwansyah yang masih berusia 7 tahun itu hanya bisa pulang dan menumpahkan tangisnya ke pelukan ibundanya. "Kalau ngeluh sakit sih enggak. Tapi dia suka diejek sama temen-temennya. Kalau sudah begitu dia pulang dan nangis karena malu," terang Wati sambil menitikkan air mata.

Irwansyah sebenarnya sudah menjalani operasi sebanyak dua kali. Operasi pertama dilakukan pada usianya masih setahun. Saat itu pihak RSHS Bandung  hanya melakukan pembuatan saluran buang air besar dari perut. Pada Desember 2012 lalu, Irwansyah kembali menjalani operasi guna membuat anus.

Sayangnya operasi kedua itu tidak sampai tuntas karena berbagai hal. Alhasil, kendati sudah memiliki anus, namun belum bisa dimanfaatkan. Pasalnya proses "penyambungan" usus belum dilakukan. Irwansyah harus bersabar buang air besar masih dari perut. "Waktu itu menggunakan fasilitas jamsostek. Habis sekitar Rp18,7 juta, tapi tidak diklaim seluruhnya dari jamsostek, cuma Rp15 juta. Sisanya dari kita," paparnya.

Dengan pengalaman itu, keinginan Wati membawa Irwansyah ke RSHS tertunda. Maklum saja, suaminya sebagai tukang rumput di PT Dahana dengan gaji Rp1,2 juta khawatir tidak mencukupi untuk menutup kekurangan biaya operasi. "Sebagai orang tua, tentu saja saya menginginkan Irwan  secepatnya dioperasi. Tapi apa daya. Kita hanya bisa berdoa saja mudah-mudahan pada suatu saat Irwan bisa dioperasi," harapnya.

Kesungguhan Wati menginginkan putra keduanya itu segera dioperasi dibuktikan dengan berusaha untuk mencari pinjaman. Lagi-lagi upaya itu gagal. Usahanya tidak membuahkan hasil. "Kalau sudah ada untuk persiapan kekurangan operasi, saya akan secepatnya urus untuk operasi. Apalagi nanti kita harus menunggu di sana. Sementara jamsostek tidak sepenuhnya," terangnya.

Irwan, yang setia di pangkuan ibunya itu, terlihat malu-malu saat diajak berbincang dengan TINTAHIJAU.com. Setiap kali ditanya, ia hanya bisa memainkan mulutnya. Namun dari gerkan mulutnya, bisa ditangkap, Irwan menginginkan kesehatan seperti layaknya kawan sebayanya.  Saat ditanya, apa yang dinginkan jika sehat nanti? Irwansyah berbisik ke telinga ibunya. "Dia mau naik kuda. Pernah juga dia naik kuda, jadi sepertinya ketagihan," kata Wati "menterjemahkan" isyarat mulut Irwansyah. [annas nashrullah l @jejakAnnas]

 



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Gandeng Google Inisiative dan Cek Fakta, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita Tangkal Hoaks https://t.co/gbBZz2QGGg
PT KAI Berinovasi, Wagub Jabar: Ada Layanan Live Cooking https://t.co/Zs4LfIKT2m
HUT Ke-61, BPN Bikin Warga Kabupaten Subang Sumringah https://t.co/mhQwKV6bKA
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter