FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Warga Pamanukan Dievakuasi ke Kolong Jembatan




Dalam kondisi banjir semacam ini, warga terpaksa mengungsi ke bawah jembatan layang Pamanukan. Mereka, yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak itu menyemut di kolong jembatan. Mereka yang mengungsi tersebut berasal dari 8 desa, diantaranya desa Mulyasari, Lengkong, Pamanukan dan Rancasari. "Yang terparah itu desa Mulyasari, rumah saya juga tenggelam air setinggi 2 meter," kata salah seorang yang mengungsi asal desa
Mulyasari, Ruslan kepada TINTAHIJAU.com, Sabtu (18/1/2013).

Banjir tahun ini merupakan banjir terparah, karena air sampai menggenang di jalan Pamanukan, bahkan pasar Pamanukan tergenang sampai
setinggi 50 dan di depan toserba Yogya Pamanukan air mencapai 1 meter. Karuan saja, aktivitas warga di daerah tersebut lumpuh total. "Untuk jumlah korban kami masih mendata, untuk korban sementara kita evakualis di bawah flyover," kata Camat Pamanukan, Bangbang Edi Purwanto.

Sebanyak 8 desa yang berada di Pamanukan semuanya terendam banjir. Desa Mulyasari, kata Bangbang, merupakan daerah terparah terkena banjir, dengan ketinggian air mencapai 2 meter lebih. "Kita juga sudah menyediakan pos di setiap desa, di setiap posko itu ada dapur umumnya. Kita juga membuat posko di kantor Kecamatan," tuturnya.

Menurut Edi banjir tahun ini merupakan banjir terparah yang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Ini banjir paling parah, dua tahun kebelakang bajir nggak pernah nyape flyover, tapi tahun ini nyampe. Bahkan tingginya hingga 1 meter," tuturnya. [Warlan putra | @warlanputra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini



Berita lain terkait klik di sini

 



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kenali Mitos-Mitos Seputar Kontrasepsi yang Tidak Boleh Anda Percaya https://t.co/ipPKujbNKu
Tiga Pejabat Posisi Vital di Lingkungan Pemkab Subang Pensiun https://t.co/4I5brX59KS
Jose Mourinho Kritik Kinerja Wasit Saat Roma Takluk dari Lazio https://t.co/P45dzDT5d6
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter