FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Usai Banjir, Warga Pamanukan Butuh Air Bersih dan LPG




Dari pantauan di daerah Pamanukan dan Legonkulon, sebagian besar banjir di dua daerah itu sudah mulai surut. Jalanan dan pemukiman warga yang semula terendam banjir, kini hanya tampak genangan air kecil.

Warga yang semula dievakuasi ke tempat lebih aman, sudah mulai kembali ke kediamannya. Mereka terliha membersihkan lumpur dan lainnya akibat banjir terbesar dalam kurun waktu 8 tahun pada beberapa hari lalu itu.

Masalah muncul kemudian adalah ketersediaan air bersih untuk minum, cuci dan kakus (MCK) serta Gas LPG. Untuk mendapatkan air bersih puluhan warga berjubel di sisi jalan berharap ada relawan yang membawa air bersih. Setiap kendaraan yang membawa bantuan untuk korban banjir, warga senantiasa melambaikan tangan dan teriak air.

"Kita butuh air bersih. Sejak banjir kita sulit mendapatkan air bersih untuk minum, cuci dan kakus. Kita berharap ada bantuan air," kata Casmadi warga Pamanukan.

Pemerintah, melalui Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan kebersihan (Tarkimsih) dalam sehari ini menerjunkan kendaran Pemadam Kebakaran (Damkar) berisi air bersih. Kendaraan ini hilir mudik mengangkut air untuk dibagikan warga yang menghadang di sisi jalan.

"Kebutuhan air bersih ini menjadi masalah berikutnya setelah air surut. Kita upayakan untuk memenuhi kebutuhan itu dengan mengerahkan kendaraan damkar," kata Kepala Dinas Tarkimsih, Sumasna.

Selain masalah air bersih, masalah berikutnya adalah ketersediaan Gas LPG. Maklum saja, banjir yang merendam pemukiman warga selama sekitar lima hari membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan sumber api.

Pihak pemerintah kabupaten, secara cuma-cuma membagikan LPG 3 Kg. Ratusan wargapun mengantri untuk mendapatkan jatah gas LPG di sejumlah titik seperti di Gedung Islamic Centre Pamanukan. Sayang, jumlah yang disiapkan dengan kebutuhan tak sebanding, alhasil tidak semua warga mendapatkan jatah LPG. "Kita sudah mengantri, pas giliran saya LPG habis. Banyak yang belum dapat," kata Carsini dengan nada kesal.

Carsini tidak sendiri. Ada ratusan warga lainnya bernasib sama. Demi isi tabung gas, Carsini terus berjuang untuk mendapatkan itu dengan menyambangi beberapa lokasi pembagian. Nasib belum beruntung, Carsini terpaksa harus gigit jari, karena usahanya itu sia-sia. "Punya mie instan, kalau ga bisa dimasak ya percuma saja. Sementara air bersih ga ada, dan lampu masih mati," jelasnya.. [annas nashrullah l @annas_th]

 



 

 



 

 



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

HUT Ke-61, BPN Bikin Warga Kabupaten Subang Sumringah https://t.co/mhQwKV6bKA
Terkait Adanya Gangguan di Jaringan IndieHome, Pihak Telkom Akan Beri Kompensasi untuk Pelanggan https://t.co/KGHdDDOF4I
Implementasi Program YESS, SMKN 2 Subang Gelar Pameran Hasil Produksi Siswa https://t.co/69yN6Q946K
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter