9. Cara menurunkan berat badan dengan tidak makan saat stres
Makan saat stres atau emotional eating bisa menggagalkan proses penurunan berat badan. Alih-alih makan untuk mengelola stres atau tekanan yang kamu rasakan, tak ada salahnya untuk mencoba meditasi atau metode hipnosis. Selain itu, kamu bisa mencoba yoga, jalan-jalan, atau mendengarkan musik.
10. Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Tubuh manusia terdiri dari 60 persen air. Asupan ini berperan penting pada fungsi tubuh, termasuk organ dan jaringan. Jika terhidrasi dengan baik, maka tubuh akan bekerja lebih optimal dalam membakar kelebihan lemak.
Studi dalam Obesity (Silver Spring) menemukan, wanita dengan kondisi obesitas yang mengonsumsi lebih dari satu liter air per hari selama 12 bulan mengalami penurunan berat badan hingga lebih dari dua kilogram.
Selain itu, bagi orang yang sedang dalam program diet tertentu untuk menurunkan berat badan, mengonsumsi air putih juga bermanfaat dalam:
- Menahan nafsu makan.
- Meningkatkan metabolisme tubuh.
- Mengurangi kadar kalori cair.
11. Menurunkan berat badan dengan puasa intermittent
Cara menurunkan berat badan yang cukup efektif adalah puasa intermittent atau nama lainnya intermittent fasting. Kamu bisa melakukannya dengan berpuasa selama 16 jam dan makan dalam waktu 8 jam setiap hari.
Jika kamu melakukannya secara konsisten selama 24 minggu, cara ini dapat mencegah peningkatan berat badan akibat asupan kalori berlebihan. Bagi pemula, cari tahu cara melakukan puasa ini dengan klik artikel Cara Menerapkan Diet Intermittent Fasting bagi Pemula.
12. Mengonsumsi probiotik
Makanan yang mengandung probiotik bekerja dengan menyeimbangkan bakteri baik dalam usus. Nutrisi ini bekerja dengan merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik sehingga berat badan lebih terkontrol.
Studi dalam Gut Microbes menyebutkan, probiotik bekerja dengan membantu memecah serat yang tidak dapat terserap dan tercerna oleh tubuh dengan cara meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus.
13. Makan lebih lambat
Terakhir, hindari makan terlalu cepat karena bisa memasukkan lebih banyak kalori ke dalam tubuh. Selain itu, hal ini juga membuat tubuh tidak menyadari munculnya sinyal rasa kenyang. Solusinya tentu saja makan lebih lambat agar tubuh bisa merasakan sinyal rasa kenyang. Dengan begitu, makan jadi tidak berlebihan.
Sumber: halodoc