Awas Ada Bahaya Mengintai Jika Salah Lakukan Pijat Perut

Ilustrasi Pijat Perut | Foto: Kindel Media (pexels.com)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Sebuah postingan di media sosial yang membahas tentang risiko pijat perut sedang menjadi perbincangan hangat. Adakah kebenaran dalam hal ini? Apa saja dampak negatifnya?

Sebuah video yang memperingatkan tentang bahaya memijat perut telah tersebar di media sosial. Video tersebut mengemukakan risiko terjadinya perlengketan organ di sekitar perut akibat pijatan.

Organ-organ yang menjadi lengket karena adanya mikrolesi. Akibatnya, organ-organ tersebut dapat membentuk pembuluh darah baru.

Postingan ini telah memicu rasa takut di kalangan para pengguna media sosial.

Secara prinsip, seperti yang dikutip dari Healthline, pijat perut umumnya aman bagi sebagian besar orang. Namun, harus diperhatikan bahwa pijat perut harus dilakukan dengan lembut dan dengan teknik yang benar.

Dikutip dari beberapa sumber, risiko pijat perut dapat terjadi bila dilakukan sembarangan dan bukan oleh terapis yang memiliki pelatihan khusus.

Risiko Pijat Perut

Perut adalah tempat berbagai organ penting yang rentan seperti hati, kantung empedu, pankreas, usus halus, usus besar, dan organ lainnya.

Berikut adalah beberapa efek samping dari pijat perut yang perlu diwaspadai.

1. Kerusakan pada Organ

Ternyata, pijat perut dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ. Sebuah laporan yang diterbitkan di World Journal of Clinical Cases melaporkan kasus seorang wanita berusia 57 tahun yang harus dirawat di rumah sakit karena mengalami sakit perut hebat dan penurunan kesadaran.

Diduga ia mengalami pendarahan di rongga perut dan harus menjalani operasi. Saat operasi dilakukan, ternyata pankreasnya pecah.

Ternyata pasien ini baru saja menjalani pijat perut dengan intensitas yang kuat sebelum muncul keluhan sakit perut.

“Menurut pengetahuan kami, ini adalah laporan pertama kali tentang pecahnya pankreas akibat pijat perut. Pijat perut yang dilakukan dengan benar memang memiliki manfaat untuk meredakan kembung perut dan sembelit. Namun, pijatan perut yang keras sebaiknya dihindari, karena dapat mengakibatkan kerusakan serius pada organ dalam dan jaringan perut,” demikian tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

2. Rasa Tidak Nyaman pada Perut

Biasanya setelah melakukan pijat, otot akan terasa sakit dan perasaan ini akan hilang dalam beberapa hari. Fenomena ini dikenal sebagai “post-massage soreness and malaise” (PMSM).

Namun, efek ini bisa lebih buruk bila terjadi pada perut. Bahkan dalam beberapa kasus, bekas pijatan bisa meninggalkan memar.

3. Gangguan Pencernaan

Pijat perut sering kali diarahkan untuk membantu masalah pencernaan, seperti masalah kembung, sembelit, atau bahkan mual.

Namun, bila pijatan dilakukan terlalu keras dan tidak hati-hati, hasilnya bisa menjadi sebaliknya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology Nursing menemukan bahwa tekanan yang berlebihan selama pijatan dapat menyebabkan kembung, gangguan lambung, kram perut, diare, dan mual.

4. Risiko pada Kehamilan

Pijat sering kali menjadi pilihan bagi ibu hamil untuk merasa nyaman tanpa harus mengandalkan obat-obatan kimia. Namun, bahaya pijat perut dapat terjadi pada ibu hamil jika tidak memilih jasa pijat yang tepat.

Pijat perut berisiko memicu kontraksi prematur, persalinan dini, peningkatan tekanan darah, bahkan keguguran. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba terapi alternatif yang tidak bersifat medis.