SUBANG, TINTAHIJAU.com – Mengetahui usia kehamilan dengan tepat merupakan hal penting bagi setiap calon ibu, karena hal ini membantu memantau perkembangan janin, menentukan jadwal kontrol, hingga memperkirakan waktu persalinan.
Salah satu metode yang paling sering digunakan oleh tenaga medis adalah perhitungan berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).
Cara ini dianggap sederhana namun cukup akurat, terutama bagi wanita dengan siklus haid teratur.
Pada artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah menghitung kehamilan dari HPHT, lengkap dengan contoh perhitungan dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
Metode ini menggunakan hari pertama haid terakhir, bukan hari terakhir haid.
Rumus Dasar (Metode Naegele).
1. Ambil HPHT (hari pertama haid terakhir).
2. Tambahkan 7 hari.
3. Tambah 1 tahun (jika perlu).
4. Kurangi 3 bulan.
Itulah perkiraan tanggal persalinan (HPL). Sedangkan usia kehamilan dihitung dari selisih antara hari ini dengan HPHT.
Contoh Perhitungan:
Contoh 1
HPHT: 10 Januari 2025
Tambah 7 hari, 17 Januari 2025.
Kurangi 3 bulan, 7 Oktober 2025.
HPL (perkiraan lahir): 17 Oktober 2025
Usia kehamilan dihitung mingguan:
Hitung jarak dari 10 Januari ke tanggal hari ini dalam minggu.
Cara Menghitung Usia Kehamilan Secara Praktis
1. Catat HPHT.
2. Hitung jumlah hari dari HPHT ke hari ini.
3. Bagi dengan 7, hasilnya adalah minggu kehamilan.
Rumus:
Usia kehamilan (minggu) = (Hari sejak HPHT) ÷ 7
Catatan penting, Metode HPHT akurat jika siklus haid teratur (28–30 hari).
Jika siklus tidak teratur, usia kehamilan biasanya diverifikasi lewat USG awal.
USG trimester pertama adalah cara paling akurat untuk menentukan usia kehamilan.
Dengan memahami cara menghitung usia kehamilan dari HPHT, calon ibu dapat lebih mudah memantau perkembangan janin dan mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan.
Meski demikian, selalu penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar hasil perhitungan lebih akurat dan sesuai kondisi tubuh masing-masing.





