SUBANG, TINTAHIJAU.com – Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan ibu maupun janin jika tidak ditangani dengan tepat.
Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, para ahli telah mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memicu munculnya kondisi ini.
Pemahaman mengenai penyebab preeklamsia sangat penting agar ibu hamil dapat melakukan pencegahan sejak dini dan menjalani kehamilan dengan lebih aman.
Terdapat beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya preeklamsia, yuk kita simak!
1. Masalah pada Plasenta
Ini faktor yang paling sering disebut.
Pembuluh darah yang membentuk plasenta tidak berkembang secara normal.
Aliran darah ke plasenta menjadi kurang optimal.
Tubuh ibu bereaksi dengan meningkatkan tekanan darah.
2. Gangguan pada Pembuluh Darah Ibu
Tekanan darah tinggi sebelum hamil.
Kelainan fungsi pembuluh darah atau peradangan.
Elastisitas pembuluh darah menurun sehingga darah sulit mengalir normal.
3. Faktor Kekebalan Tubuh
Sistem imun ibu bisa memberikan respons yang tidak normal terhadap jaringan plasenta/kehamilan.
Hal ini dapat mengganggu pembentukan plasenta.
4. Faktor Genetik
Riwayat preeklamsia pada ibu, saudara perempuan, atau keluarga meningkatkan risiko.
Diduga ada komponen genetik yang diwariskan.
5. Kondisi Kesehatan Tertentu
Risiko meningkat pada ibu dengan:
Diabetes
Penyakit ginjal
Obesitas
Hipertensi kronis
Lupus atau penyakit autoimun
Kehamilan pertama (primigravida)
6. Faktor Kehamilan
Kehamilan kembar (kembar dua, tiga, dan seterusnya)
Kehamilan dengan jarak lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya
Usia ibu hamil <20 tahun atau >35 tahun
7. Faktor Gaya Hidup
Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan protein
Kurang aktivitas fisik
Kelebihan berat badan sebelum hamil
Catatan penting, preeklamsia adalah kondisi serius yang membutuhkan pemantauan medis.
Jika ibu hamil mengalami pusing hebat, bengkak ekstrem, nyeri perut atas, atau gangguan penglihatan, segera periksa ke fasilitas kesehatan.



