SUBANG, TINTAHIJAU.com – Dalam sebuah pernikahan, cinta tidak hanya diuji oleh masalah besar, tetapi justru oleh hal-hal kecil yang terjadi setiap hari.
Kata-kata yang diucapkan tanpa dipikirkan, sikap yang dianggap biasa, atau perhatian yang perlahan menghilang, semua itu bisa meninggalkan luka di hati pasangan.
Banyak suami tidak bermaksud menyakiti, namun tanpa sadar melakukan hal-hal yang membuat istri merasa tidak dihargai, tidak didengar, dan tidak dicintai sepenuh hati.
Berikut beberapa kesalahan suami yang paling sering menyakiti hati istri!
- Meremehkan Perasaan Istri
Ketika istri curhat lalu dijawab:
“Ah, kamu lebay.”
“Sudahlah, itu hal kecil.”
Bagi istri, itu seperti berkata: “Perasaanmu tidak penting.”
Ini mematikan rasa aman emosional. - Lebih Membela Orang Lain daripada Istri
Mendahulukan orang tua, saudara, atau teman boleh.
Tapi jika istri dipermalukan atau disalahkan di depan mereka, lukanya dalam.
Istri butuh merasa:
“Suamiku di pihakku.” - Kurang Apresiasi
Istri tidak hanya lelah secara fisik, tapi juga emosional.
Ketika jerih payahnya dianggap “kewajiban”, ia merasa tidak dihargai.
Padahal kalimat sederhana:
“Terima kasih ya…”
bisa menyembuhkan banyak luka. - Membandingkan dengan Perempuan Lain
Baik secara langsung maupun bercanda:
“Istri si A lebih rapi…”
“Kamu kok nggak kayak dulu…”
Ini merusak harga diri dan membuat istri merasa tidak cukup. - Tidak Hadir Secara Emosional
Ada di rumah, tapi pikirannya di HP, kerja, atau dunia luar.
Istri bisa merasa:
“Aku hidup dengan orang yang jauh.” - Diam Saat Ada Masalah
Bagi banyak suami, diam = menghindari konflik.
Bagi istri, diam = tidak peduli.
Ia ingin diperjuangkan, bukan diabaikan. - Menganggap Nafkah Cukup sebagai Cinta
Uang penting, tapi istri butuh: perhatian, sentuhan, kata-kata sayang, didengar.
Tanpa itu, ia bisa merasa “kosong meski berkecukupan”. - Tidak Mengakui Kesalahan
Kalimat:
“Maaf, aku salah.”
lebih berharga dari 100 pembelaan diri.
Istri lebih butuh kejujuran daripada kesempurnaan.
Banyak rumah tangga tidak hancur karena pengkhianatan besar,
tetapi karena luka kecil yang dibiarkan menumpuk.
Seorang istri bisa sangat kuat tapi yang ia butuhkan adalah suami yang mau hadir, mendengar, dan menghargai.




