SUBANG, TINTAHIJAU.com – Speech delay atau keterlambatan bicara seringkali menjadi masalah yang dihadapi oleh banyak anak.
Ini dapat memiliki dampak negatif pada pertumbuhan anak, terutama jika tidak diatasi dengan cepat. Salah satu penyebab speech delay yang perlu diwaspadai adalah pemberian gawai sejak dini tanpa batasan waktu.
Dr. Lies Dewi, seorang dokter konsultan tumbuh kembang anak di Eka Hospital Cibubur, menjelaskan bahwa speech delay bukan hanya tentang keterlambatan bicara, tetapi juga dapat mempengaruhi masalah sosial, emosional, perilaku, dan kognitif anak hingga dewasa.
Ciri-ciri Speech Delay
Kemampuan bicara adalah aktivitas penting bagi anak, melibatkan otak, telinga, dan mulut. Tanda-tanda speech delay biasanya muncul sekitar usia 12 bulan. Beberapa ciri-ciri yang perlu diwaspadai adalah:
- Tidak Mengoceh pada Usia 12 Bulan: Pada usia ini, anak seharusnya mulai mengoceh atau berceloteh. Namun, anak yang mengalami speech delay mungkin belum menunjukkan kemampuan ini dan belum menggunakan anggota tubuhnya untuk berkomunikasi.
- Tidak Bisa Mengungkap Satu Kata pada Usia 16 Bulan: Anak mungkin belum mampu mengungkapkan satu kata dengan benar pada usia 16 bulan. Mereka mungkin hanya terus mengoceh kata-kata tanpa makna.
- Tidak Bisa Mengungkap Kalimat pada Usia 24 Bulan: Pada usia 24 bulan, anak yang mengalami speech delay mungkin belum mampu menyusun kalimat dari dua kata. Kosakata yang dikuasai juga terbatas, dan mereka mungkin kehilangan kemampuan berbicara atau bersosialisasi.
Cara Mencegah Speech Delay
Mencegah speech delay tidaklah sulit, dan orang tua dapat mengambil beberapa langkah:
- Batasi Penggunaan Gadget: Terlalu sering menggunakan gadget dapat meningkatkan risiko speech delay. Interaksi satu arah dengan gadget dapat menghambat kemampuan berbahasa anak. Oleh karena itu, batasi waktu anak menggunakan gadget, terutama pada usia di bawah 2 tahun.
- Sering Ajak Anak Ngobrol: Komunikasi dua arah akan membantu perkembangan bicara anak. Orang tua sebaiknya sering mengajak anak berbicara, meningkatkan kepercayaan diri anak untuk aktif dalam berbicara.
- Biasakan Anak Memilih: Memberikan anak pilihan dan kesempatan untuk mengeksplorasi keinginan mereka dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara.
- Membacakan Cerita: Membacakan cerita kepada anak dapat membantu mereka mengenal banyak kosakata dan meningkatkan kemampuan berbicara.
- Ajak Bernyanyi: Bernyanyi tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu melatih gerak dan memori anak. Selain itu, bernyanyi dapat memperluas kosa kata anak dengan cara yang menyenangkan.
Mengenal ciri-ciri speech delay pada anak dan mengambil langkah-langkah pencegahan di atas dapat membantu memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik. Kesadaran orang tua terhadap perkembangan anak sangat penting agar dapat memberikan dukungan yang diperlukan sejak dini.
Sumber: CNN Indnesia





