Keluarga

Netizen Cibir Desain Istana Garuda di IKN, Kominfo Beri Respon

×

Netizen Cibir Desain Istana Garuda di IKN, Kominfo Beri Respon

Sebarkan artikel ini
Penampakan Istana Garuda di IKN Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (27/7). Istana ini menuai respons negatif sejumlah netizen meski didesain maestro. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Desain Istana Garuda di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, yang dirancang oleh seniman ternama Nyoman Nuarta, mendapat sorotan tajam dari netizen. Dalam sepekan terakhir, sejumlah pengguna media sosial, khususnya di platform X, memberikan tanggapan yang beragam, mulai dari pujian hingga sindiran.

Salah satu sindiran yang menarik perhatian datang dari akun @AiraNtieReal, yang memiliki lebih dari 6.000 pengikut. Dalam cuitannya, ia menyebutkan bahwa desain Istana Garuda terasa “mistis” dan mengingatkannya pada “kerajaan siluman kelelawar”. Unggahan tersebut kemudian menjadi viral, dengan mendapatkan lebih dari 2.700 komentar, 8.900 retweet, dan 26 ribu likes.

Beberapa netizen lain menanggapi dengan humor, menyebut Istana Garuda sebagai “markas Batman” dan menyarankan agar warna cat bangunan tidak terlalu gelap untuk menghindari kesan seram.

Menanggapi berbagai komentar tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Istana Garuda dirancang sebagai sebuah karya seni yang merepresentasikan burung Garuda, simbol persatuan dan kebhinekaan Indonesia. Budi juga menjelaskan bahwa Istana Garuda tidak hanya menjadi ikon kawasan, tetapi juga perpaduan harmonis antara seni, sains, dan teknologi.

Desain burung Garuda yang mengepakkan sayap merupakan bagian dari kompleks Istana Kepresidenan Nusantara yang dibangun di lahan seluas 55,7 hektar dengan luas tapak 334.200 meter persegi. Budi menekankan bahwa desain ini mencerminkan warisan budaya nusantara dan menjadi kebanggaan nasional, berbeda dengan istana-istana kepresidenan sebelumnya yang merupakan peninggalan kolonial.

Istana Garuda, yang dibangun dengan teknologi pembuatan patung yang telah dipatenkan, menjadi istana presiden pertama di dunia yang dirancang sebagai sebuah karya seni. Bangunan ini menggunakan bahan-bahan seperti baja, tembaga, kuningan, galyalum, dan kaca, yang nantinya akan mengalami proses oksidasi dan berubah warna menjadi hijau tosca yang matang, menambah keindahan estetikanya.

Menkominfo berharap bahwa Istana Garuda di IKN akan menjadi ikon yang tidak hanya membanggakan warga Indonesia, tetapi juga menarik perhatian dunia, sehingga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Indonesia.