Keluarga

Obat Cendo Xitrol dan Lameson Viral di TikTok, Ahli Farmasi Angkat Bicara

×

Obat Cendo Xitrol dan Lameson Viral di TikTok, Ahli Farmasi Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

Mengomentari masalah ini, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Zullies Ikawati, menekankan bahwa Cendo Xitrol dan Lameson adalah obat-obatan yang memang memerlukan resep dokter untuk digunakan dengan aman.

“Karen ini kan obat perlu resep,” ungkap Prof. Zullies. Ia juga memberikan penjelasan singkat tentang komposisi Cendo Xitrol, yang digunakan untuk mengobati radang mata karena infeksi bakteri, dan Lameson, obat yang termasuk dalam kategori obat keras golongan steroid.

Penggunaan Cendo Xitrol dan Lameson tanpa resep dokter dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Pada Cendo Xitrol, efek samping yang muncul bisa berbeda-beda pada setiap individu, tetapi obat ini dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan meningkatkan risiko infeksi jamur karena mengandung steroid.

Heru Sasongko, seorang Dosen Prodi D3 Farmasi bidang Farmakologi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, juga mengingatkan bahwa penggunaan Cendo Xitrol yang tidak sesuai dapat memicu iritasi mata, terutama pada pasien yang hipersensitif terhadap obat ini.

Di sisi lain, efek samping dari penggunaan Lameson melibatkan risiko osteoporosis dan moon face, yang menyebabkan wajah bengkak.

Mengingat efek samping yang potensial dari kedua obat ini, penting bagi masyarakat untuk selalu memperoleh obat tersebut dengan resep dokter. Meskipun beberapa apotek mungkin mengizinkan pembelian tanpa resep, ini bukanlah praktik yang aman, terutama ketika berbicara tentang obat keras.

Keselamatan dan kesehatan kita adalah hal yang sangat berharga, dan tidak boleh diambil enteng. Masyarakat perlu lebih waspada terhadap informasi kesehatan yang mereka temukan di media sosial dan selalu berkonsultasi dengan profesional medis yang berkualifikasi ketika mempertimbangkan penggunaan obat-obatan.

Selalu waspada dan ingatlah bahwa kesalahan dalam pemilihan obat bisa berdampak serius pada kesehatan kita.