Viral di Medsos Minum Es Saat Makan Bisa Bikin Ginjal Rusak, Ahli Angkat Bicara

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Sebuah postingan yang mendapatkan popularitas di platform media sosial telah menyatakan tentang bahaya minum es saat sedang makan. Dalam postingan tersebut, dijelaskan bahwa individu yang secara rutin mengonsumsi minuman es mungkin akan mengalami gangguan pada fungsi ginjal mereka.

Akun TikTok dengan username @ellanurlaela3043 adalah yang membagikan konten tersebut. Orang yang mengunggah postingan tersebut menyebutkan bahwa momen paling berisiko dalam minum es adalah saat sedang makan.

“Penting untuk diingat bahwa minum es saat makan, terutama pada saat yang kritis, memiliki efek yang sangat merugikan,” ungkap penulis konten tersebut dalam video yang diunggah pada hari Senin, 31 Juli 2023.

Namun, muncul pertanyaan, apakah benar bahwa mengonsumsi es saat makan benar-benar dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal?

Pendapat seorang ahli penyakit dalam dari Junior Doctors Networks (JDN) Indonesia, yaitu Andi Khomeini Takdir, mengatakan sebaliknya. Andi menegaskan bahwa minum es ketika sedang makan tidak akan menyebabkan kerusakan pada ginjal, selama es yang diminum adalah air putih biasa.

Meskipun suhu dingin dari minuman es sendiri tidak berdampak merugikan pada ginjal selama dikonsumsi dalam batas wajar.

Andi menjelaskan, “Tidak ada masalah selama jumlah yang diminum tidak berlebihan, karena pada saat itu kita masih dalam proses mengunyah makanan,” katanya pada hari Senin, 7 Agustus 2023.

Namun, jika air es dicampur dengan bahan tambahan tertentu, Andi menjelaskan bahwa inilah yang berpotensi menimbulkan risiko pada ginjal.

“Contohnya, jika es dicampur dengan bahan-bahan yang memiliki potensi merusak ginjal, seperti kandungan gula yang tinggi atau kadar natrium yang berlebihan. Ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kadar gula darah yang tinggi,” jelasnya seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Tidak hanya itu, minuman es yang mengandung soda juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Hasil penelitian tahun 2015 menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman bersoda lebih dari empat kali seminggu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis.

Ini terjadi karena kandungan gula yang sangat tinggi dalam minuman soda dapat merusak pembuluh darah dalam ginjal.

Tingginya kadar gula dalam minuman soda juga dapat memengaruhi pengelolaan kadar gula darah, yang pada akhirnya berhubungan dengan risiko penyakit diabetes.

Di samping itu, kandungan asam fosfat dalam minuman soda, terutama cola, berhubungan dengan perubahan dalam urin. Perubahan ini bisa memicu terjadinya pembentukan batu ginjal.