FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Refleksi Tahun Kedua, Menuju Subang yang Jawara?!

Indeks Artikel



19 Desember 2018 lalu pasangan Ruhimat-Agus Masykur Rosyadi resmi ddilantik dan dikukuhkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang untuk periode berjalan.

Pada saat mengumumkan kemenangannya di Lapangan Alfour, Jl. RA Kartini, Subang Ruhimat menegaskan, kemenangannya merupakan kepercayaan mayoritas rakyat Subang yang harus dijaga dan dilaksanakan sebenar-benarnya.

"Kepercayaan ini akan kami pegang untuk dilaksanakan amanah ini, visi-missi kami untuk Subang lebih baik daripada sekarang," kata Ruhimat saat itu
 
Pasangan Ruhimat yang diusung enam partai yaitu PKS, PAN, PPP, Partai Demokrat, Gerinda dan Nasdem mengusung taglien Subang Jawara dalam menjalankan roda pemerintahannya. Subang Jawara ini memiliki arti ke depan Subang harus Jaya, Istimewa dan Sejahtera

Dalam Subang Jawara ini ada sembilan jawara. Yang di dalamnya penguatan dan peningkatan di seluruhs ektor kehidupan warga termasuk penguatan pegawai yang merupakan pelayan rakyat.

Di tahun pertama pemerintahannya, Jimat-Akur meraih delapan Penghargaan Tingkat Nasional dan 124 Penghargaan Tingkat Jawa Barat termasuk di dalamnya mendapat penilaian Wajar Tanpa Penegcualian atau WTP yang sebelumnya dua kali disclaimer

Di tahun kedua, yang seyogyanya momentum Jimat Akur ini gaspol membuktikan janji dan program yang diantaranya berkaitan erat dengan pembangunan dan penguatan ekonomi tersandera dengan terjadinya bencana Covid-19 yang melanda belahan dunia termasuk Subang hingga saat ini


Akibatnya, pemerintah melakukan refocusing anggaran untuk penanggunganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Anggaran yang smeula untuk pembangunan, digeser untuk penanggulangan Covid-19.

Di tengah kepasrahan dengan wabah Covid-19, Subang masih bisa bernafas lega. Lewat program pemrintah pusat, sejumlah proyek pembangunan masuk Subang. Dari mulai Pelabuhan Patimban, Smartcity, Rebana dan lain sebagainya

Bahkan, Bupati dengan percaya diri menyebutkan Kabupaten Subang lepas landas industrialisasi. Kehadiran itu diharapkan mampu mendongkrak perekonomian dan kesejahteran sekitar 1,6 juta penduduk Subang.

Sementara program pemkab di sektor infrastuktur, Bupati memulai dengan membuka dan membenahi akses jalan di sejumlah titik. Beberapa diantaranya adalah proyek jalan yang menghubungkan Patimban dengan Cilamaya

Akses jalan lainnya adalah jalur pintas yang memangkas jarak dan waktu yang menghbungkan daerah Kalijati dan Serangpanjang. Akses ini diyakini menjadi jalur andalan warga, selain mengurangi jarak tempuh, suasananya indah karena melintas perkebunan dan perbuktian.

Proyek jalan lainnya yang baru saja dibenahi adalah akses jalan Darmaga-Cupunagara di Kecamatan Cisalak. Setelah puluhan tahun rusak, kini jalan sepanjang 8,2 KM itu sudah layak dilintasi kendaraan karena sudah mulus.

Di luar sejumlah proyek pembangunan secara fisik, hal lain yang juga perlu dilakukan adalah pembangunan sumber daya manusia, terlebih di lingkungan birokrat.

Menghadapi era industrialisasi yang sering didengungkan Bupati dan kebutuhan jaman, harus diikuti dengan perubahn mindset dan frame berfikir. Di era tekhnologi dan industrialisasi Subang, pola kerja yang siap perintah atau bekerja atas perintah, terlebih mental asal bapak senang, kini sudah bukan jamannya.

Untuk mengejar kemajuan (bukan ketertinggalan), ide segar, inovatif dan kreatif menjadi kebutuhan prioritas untuk membangun dan merubah daerah lebih baik. Terlebih, Subang dengan luas 58,45 km² memiliki potensi yang belum tentu dimiliki banyak daerah, yakni pegunungan, dataran dan lautan

Potensi besar ini, mustahil bisa dikelola dan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat dan daerahnya jika dileola oleh pribadi yang tidak didukung ide-ide segar, inovastif dan kreatif.

Tentu saja, tiga poin itu, tidak hanya sekedar rencana atau wacana tapi dieksekusi dalam kerja kerja nyata di lapangan. Yang tidak kalah penting lagi, tiga point itu dibuktikan dengan program lebih segar dalam lembar RPJMD yang menjadi haluan program di semua OPD.

Tentu saja, dengan tiga point itu saja bekum cukup. Sebagai penyempurna, harus didukung dengan penguatan sinergitas dengan terori penthahelix dengan melibatkan unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

Konsep ini menjadi salah satu point guna mempertegas mimpi Jimat Akur menuju Subang yang Jawara atau jaya istimewa dan sejahtera



Selamat Mengabdi dan Berbakti, Jimat Akur! Demi dan untuk Subang yang Jawara

Wallahu a'lam bishawab

 


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Quote "Lakukan satu hal yang menurut Anda tidak bisa Anda lakukan. Gagal melakukanya. Coba lagi!." ~Oprah Winfrey~ https://t.co/CIUhzkeH17
Atlit Subang Sumbang 5 Medali Emas di PON XX Papua, Ini Daftarnya https://t.co/aKmqReoAG7
Dirjen Binapemdes Kemendagari Pantau Pilkades Serentak di Purwakarta https://t.co/3KZ7FCTinO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter