FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Gaduh Mudik 2021, Memilih Pelaksanaan Kata Perpisahan

Indeks Artikel






Meskipun Pemerintah sudah mengancam banyak sanksi, dari sanksi rupiah sampai putar balik, tapi udah jutaan warga yang diem diem udah tinggalin ibu kota

Beberapa diantara mereka bilang: aman aman kok, gak ada Penyekatan atau razia. Iya, ini sebenarnya nasib nasiban, bukan kesimpulan. Ya kalo nasib mujur, bisa sampai kampung halaman. Lah yang lagi gak mujur? Dalam beberapa media online, mengangkat berita pemudik menangis karena diputar balik petugas.

Sakit gak, sakit gak, sakit gak? Pasti sakit lah, malah campur kecewa. Wajar ketika mau mudik semua udah dipersiapkan, malah udah pamit ke tetangga kanan kiri, udah telpon orang di kampung, suasana mental udah di kampung dengan sejuta rencana

Dan belum juga sampai, petugas melaksanakan tugas. Periksa surat kendaraan, periksa antigen, izin keluar daerah. Gak ada salah satunya, resiko terburuknya adalah putar balik saat mental udah di kampung halaman...

Siapa yang salah? Gak ada yang harus disalahkan, karena yang satu bicara rindu dan rasa yang satu bicara tugas dan perintah.

Tapi ada benang merah yang dari sisi lain bisa diambil kesimpulan. Percaya dulu adanya Covid yang misterius, yang jadi biang kerok dari semuanya.

Karena jangan kan kita terkonfirmasi Covid, diputar balik pas mudik itu, sakitnya gak cuma di sini di sini, tapi dimamana

Saya percaya Covid? Iya, meskipun seperti halu, tapi saya gak mau membuktikannya sendiri. Ogah percaya Covid, setelah kita bener bener kena Covid

Justru saya termauk yang psikosomatik. Kata google, gangguan psikosomatik adalah keluhan fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran atau emosi, bukannya oleh alasan fisik yang jelas, seperti luka atau infeksi.

Jadi, setiap kali ngobrol bahas covid-19 atau sempat berada di kerumunan yang berpotensi, fisik saya langsung merespon, semua jadi seolah-olah. Dan ini gak enak banget, sumpah.

Saya Mudik? Engga! Saya cukup telpon ke ortu, kondisi yang memaksa kita untuk berpisah saat lebaran. Tapi ini jadi pilihan terbaik, daripada harus ada kata perpisahan untuk selamanya.

Soal kangen dengan keluarga, jangan ditanya kagi. Secuek-cueknya orang, seperti saya ini, dia pintar menyimpan sejuta rindu untuk keluarga.

Umur di tangan Tuhan, itu benar. Tapi siapa yang tahu, diantara kita; kami atau keluarga, atau juga tetangga, yang terkonfirmasi Covid dan jadi washilah untuk perpisahan selamanya?

Wallahu alam


Annas Nashrullah


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Quote "Lakukan satu hal yang menurut Anda tidak bisa Anda lakukan. Gagal melakukanya. Coba lagi!." ~Oprah Winfrey~ https://t.co/CIUhzkeH17
Atlit Subang Sumbang 5 Medali Emas di PON XX Papua, Ini Daftarnya https://t.co/aKmqReoAG7
Dirjen Binapemdes Kemendagari Pantau Pilkades Serentak di Purwakarta https://t.co/3KZ7FCTinO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter