FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Lima Langkah Orang Tua Saat Pergoki Anak Menyakiskan Konten Dewasa

Indeks Artikel



Ilustrasi konten dewasa /Iwan Rahmansyah

SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Mendapati buha hati menonton konten dewasa, jangan panik apaalagi reaktif. Berikut ini yang harus dilakukan orang tua saat melihat anak menyaksikan konten dewasa

Kemudahan anak-anak dalam mendapatkan informasi saat ini tentunya menjadi hal yang membantu orang tua. Namun, orang tua perlu lebih waspada dan berhati-hati terhadap berbagai konten yang disaksikan oleh anak. Di era saat ini, anak akan lebih mudah menemukan berbagai konten, termasuk konten yang ditujukan bagi orang dewasa.

Kini, anak-anak bisa dengan mudah menyaksikan tayangan yang menarik. Tidak hanya dari televisi, anak pun bisa menyaksikan berbagai tayangan dari youtube, instagram, atau platform media sosial lainnya.

Tidak ada salahnya orang tua memerhatikan jenis tontontan yang disaksikan oleh anak setiap harinya agar terhindar dari berbagai jenis konten yang seharusnya ditujukan untuk orang dewasa. Melansir dari Law Insider, konten dewasa sendiri merupakan definisi dari berbagai material video atau foto yang mengandung pornografi atau seksualitas.

Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua saat melihat anak menyaksikan konten dewasa sebelum usianya? Berikut hal yang perlu dilakukan seperti dikutip daro halodoc.com

1. Tetap Tenang

Meskipun terkejut dan khawatir, sebaiknya tetap tenang saat memergoki anak menyaksikan konten dewasa. Mengeluarkan kekesalan dan emosi pada anak saat itu juga justru membuat anak anak takut dan lebih tertutup pada orang tua.

Segera menghindari saat memergoki anak menyaksikan konten dewasa. Cari waktu yang tepat untuk berbicara pada anak mengenai berbagai hal yang ibu khawatirkan. Tanyakan langsung apa yang baru saja disaksikan oleh anak dan cari tahu tujuan anak menyaksikan tayangan tersebut.




2. Jadilah Pendengar yang Baik

Saat anak bercerita, cobalah untuk mendengarkan alasan anak menyaksikan konten dewasa. Tanyakan pada anak bagaimana ia menemukan konten tersebut, apakah ia mendapatkannya secara tidak sengaja atau mendapatkannya dari perangkat lain. Hal ini bisa dilakukan untuk membantu orang tua dalam meningkatkan keamanan.

Ibu juga bisa bertanya apa saja yang anak lihat dan bagaimana perasaannya. Jika anak merasa takut atau trauma, sebaiknya segera tenangkan anak. Jangan menegur anak dengan kata-kata kasar, tetapi tegurlah anak dengan tegas dan pahami anak dengan baik.


3. Ajarkan Pendidikan Seks yang Tepat

Pada momen ini, ibu juga bisa sekaligus memberikan pengetahuan seksual pada anak sesuai dengan usianya. Jelaskan bagian mana saja yang tidak boleh diperlihatkan orang lain dan menjadi organ vital. Berikan pengertian pada anak bahwa hal tersebut merupakan bagian privasi.

Selain itu, ibu juga bisa menjelaskan mengenai batasan, usia, hingga waktu yang tepat untuk keintiman serta hal lainnya yang terkait dengan seksualitas dan cinta.