FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Catat!, 6 Penyakit Ini Biasa Menyerang Saat Musim Kemarau



Musim kemarau pasti alami negara yang beriklim tropis seperti Indonesia. Saat musim kemarau kondisi udara menjadi terasa lebih panas, kering dan berdebu. Selain itu, daya tahan tubuh juga cenderung menurun saat kemarau sehingga membuat seseorang mudah terserang penyakit.

Keadaan musim kemarau yang demikian dapat mendatangkan berbagai penyakit, belum lagi saat ini dunia tengah terancam dengan pandemi virus corona yang bisa menjangkiti siapa saja.

BACA JUGA:
Kenali 3 Bahan Alternartif Pengganti Gula, Lebih Sehat Bagi Tubuh
Segera Kurangi Minum Kopi Jika Anda Alami Hal Berikut Ini
Tidak Hanya Bersepeda, Mendengarkan Musik Juga Baik untuk Kesehatan Jantung
Normalkah Jika Mr. P Tidak Ereksi di Pagi Hari?

Berikut ini beberapa penyakit yang biasa muncul di musim kemarau yang perlu Anda waspadai:

1 Diare

Saat kemarau, pasokan air bersih akan terbatas dan air yang ada akan relatif lebih kotor. Kondisi lingkungan yang kotor ini dapat memancing lalat berdatangan lebih banyak sehingga dapat membuat makanan dan minuman menjadi tercemar. Keadaan ini mendukung angka penderita diare meningkat. Diare juga disebabkan oleh kekurangan cairan elektrolit. Jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan komplikasi lanjut, seperti gangguan fungsi ginjal hingga kematian.

2 Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)

Ketika musim kemarau, udara menjadi lebih berdebu. Debu-debu yang bertebaran di udara berpotensi masuk dan mengiritasi saluran pernapasan. Dalam kondisi demikian, Anda lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan atas.

Selain itu, udara yang panas saat musim kemarau, sering menggoda seseorang untuk cenderung mengonsumsi minuman yang dingin. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan atas. Gejala infeksi saluran napas atas yang bisa timbul di antaranya demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, suara serak, nyeri saat menelan dan sebagainya.

Ada beberapa upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan agar tidak terkena infeksi saluran pernapasan atas. Gunakanlah masker bila berada di luar ruangan dan sedang di tengah keramaian. Hal ini dapat menghindari penularan dari seseorang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Usahakan untuk rajin dalam membersihkan lingkungan rumah agar tidak menjadi tempat debu dan kuman bersarang. Selain itu, jagalah sirkulasi udara ruangan dengan memiliki ventilasi yang memadai.

3 Ruam kulit

Selama musim panas, masalah kesehatan kulit yang paling umum di antara anak-anak maupun orang dewasa adalah ruam kulit. Penyakit ini biasanya terjadi saat seseorang terlalu banyak berkeringat. Keringat yang menumpuk di pakaian dan tidak menggantinya dalam waktu yang lama akan menyebabkan gatal-gatal dan ruam. Tanda-tanda yang terlihat yaitu kemerahan pada kulit, kulit kering, dan iritasi.

4 Demam berdarah

Sebenarnya ini penyakit yang datang dalam setiap tahun. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang.

Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut.

Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu cara agar terhindar dari penyakit ini.

5 Demam tifoid atau tifus

Demam tifoid atau secara awam disebut penyakit tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Penyakit ini sering ditularkan melalui konsumsi makanan yang tercemar bakteri Salmonella.

Pencemaran makanan dapat terjadi akibat terdapat binatang seperti lalat di sekitar makanan. Lalat bisa saja membawa bakteri Salmonella saat hinggap di makanan, jika sebelumnya hinggap di feses.

Kurangnya pasokan air bersih pada musim kemarau dapat membuat lingkungan relatif lebih kotor, akibatnya menjadi tempat yang ideal bagi lalat untuk berkembang biak. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penyakit tifus. Gejala tifus di antaranya demam, sakit kepala, nyeri sendi, sembelit, diare, penurunan nafsu makan, dan sakit perut.

6 Heat Stroke

Heat stroke merupakan kondisi suhu tubuh yang meningkat tajam dan secara tiba-tiba dalam waktu yang cepat, sementara tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendinginkan diri. Tanda-tanda yang menunjukkan kondisi heat stroke ini antara lain, demam tinggi, sakit kepala, kulit kering, mual, muntah, kejang, dan detak jantung yang meningkat. Jika sudah parah, heat stroke ini bisa menyebabkan seseorang dalam kondisi koma.

Sumber: Islampos | Foto: Ilustrasi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.




TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Deteksi Gempa, BMKG Pasang Satu Seismograph di Subang https://t.co/c0upN9xCwr
Disanksi Tidak Pakai Masker, Banyak Warga Subang Tak Hafal Pancasila https://t.co/yGwRQQr6rS
OPINI: Relasi Manusia, Teknologi, dan Alam https://t.co/OnKwuQc8fw
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter