FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Waspada! Penyakit ini Biasa Menyerang Saat Musim Hujan

Indeks Artikel



TINTAHIJAU.com - Musim hujan mulai tiba. Biasanya di masa pergantian musim (pancaroba) dan saat musim hujan, akan muncul beberapa jenis penyakit yang mengintai. Selain karena kondisi cuaca yang masih tidak menentu, saat musim hujan juga menjadi waktu di mana virus dan bakteri bisa berkembang dengan mudah. Apalagi ketika daya tahan tubuh sedang menurun, maka dengan mudah bisa terserang berbagai macam penyakit.

Agar tidak sakit selama musim hujan, ada baiknya kenali dulu jenis penyakit apa saja yang rawan menyerang tubuh, dan bagaimana untuk menghindarinya.

1. Flu

Flu menjadi penyakit yang paling sering diderita saat musim hujan. Ini karena flu erat kaitannya dengan kondisi perubahan suhu yang ekstrem, seperti di masa pancaroba. Flu biasanya bisa menyerang dengan mudah saat daya tahan tubuh menurun. Virus penyebab flu bisa menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Penyebaran virus flu bisa berasal dari penderita yang batuk, bersin atau berbicara. Virus akan tertular melalui udara. Virus tersebut akan masuk ke tubuh orang lain melalui mulut atau hidung. Flu juga bisa ditularkan karena tangan yang ada virus flu akibat memegang sesuatu. Virus akan masuk ke tubuh ketika tangan itu memegang mulut, mata, atau hidung.

BACA JUGA: Tiga Tips Perkuat Imun Tubuh Agar Tak Mudah Sakit di Musim Hujan

Orang yang terinfeksi virus flu akan memiliki gejala seperti suhu tubuh meningkat, demam, batuk, bersin, hidung tersumbat, pilek, letih, pusing dan lainnya. Untuk kondisi sakit flu yang tidak berat, dapat diobati denga n istirahat yang cukup, mengkonsumsi vitamin C dan memperbanyak minum air. Tapi jika tidak kunjung sembuh, maka perlu penanganan dokter.

2. Batuk

Batuk adalah respon alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan untuk mengeluarkan zat dan partikel, serta mencegah benda asing masuk ke saluran pernapasan. Batuk sering menyerang saat musim pancaroba dan musim hujan.

Batuk disebabkan oleh virus dan bakteri yang akan mudah menyerang ketika kondisi daya tahan tubuh sedang menurun. Batuk terbagi menjadi batuk berdahak dan batuk kering. Batuk berdahak terjadi karena tubuh berusaha mendorong lendir dari sistem pernapasan. Orang yang mengalami batuk berdahak disarankan untuk membuang dahak, bukan menelannya karena justru akan memperlambat penyembuhan.

Pada batuk kering, dorongan saat batuk umumnya karena rasa gatal di tenggorokan. Batuk biasanya akan lebih cepat sembuh jika diobati dengan obat batuk yang bisa dibeli bebas tanpa resep dokter.

3. Pilek

Pilek adalah infeksi virus yang memengaruhi hidung, telinga, dan tenggorokan. Pilek menyebabkan hidung mengeluarkan ingus atau lender. Pilek dapat menyebabkan sulit bernapas karena hidung tersumbat ingus, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan badan lemas. Sama dengan batuk, pilek sering menyerang saat musim pancaroba dan musim hujan.

Virus penyebab pilek bisa ditularkan melalui udara ketika orang yang sedang pilek batuk, bersin, dan buang ingus sembarangan, serta berbicara. Penyebaran virus juga bisa terjadi ketika melakukan kontak tangan ke tangan dengan seseorang yang menderita pilek. Pilek umumnya sembuh dengan sendirinya, seiring daya tahan tubuh yang meningkat. Kebanyakan orang akan pulih dari penyakit ini sekitar seminggu atau 10 hari setelah terinfeksi.

4. Demam Berdarah

Demam berdarah atau biasa disebut DBD (Demam Berdarah Dengue) juga menjadi penyakit yang kerap hadir saat musim hujan. Ini karena menjadi kondisi dimana nyamuk aedes aegypti berkembangbiak dengan mudah. Di musim hujan banyak terdapat genangan air yang menjadi sarang nyamuk demam berdarah berkembangbiak. Nyamuk aedes aegypti inilah yang akan menularkan virus DBD melalui cara gigitan ke tubuh.

Yang perlu diperhatikan dari penderita demam berdarah adalah fase penyakit ini. Fase pertama terjadi setelah virus mulai menginfeksi. Gejalanya demam tinggi lebih dari 40 ºCelsius yang muncul tiba-tiba dan berlangsung 2–7 hari. Gejala lainnya yaitu nyeri otot dan sendi, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit di sekitar bola mata, penurunan nafsu makan, hingga mual dan muntah. Selama fase ini, pasien dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih untuk membantu menurunkan demam dan mencegah terjadinya dehidrasi.

BACA JUGA: Pentingnya Aktivitas Fisik Saat Musim Hujan

Fase kedua yaitu kondisi kritis yang mengecoh. Di fase ini demam akan turun hingga ke suhu tubuh normal sehingga penderita merasa sudah sembuh. Padahal, justru di fase inilah kondisi bisa fatal jika menghentikan pengobatan. Di fase ini trombosit darah akan semakin turun yang jika sampai drastis, dapat menyebabkan perdarahan hebat baik terjadi di luar tubuh, seperti mimisan, maupun di dalam tubuh. Pasien harus cepat ditangani karena fase kritis ini berlangsung tidak lebih dari 24–38 jam.

Fase yang ketiga menjadi fase dimana pasien demam berdarah sudah berhasil melewati fase kritis. Di fase ini biasanya pasien akan kembali mengalami demam. Tapi jangan khawatir, justru menandakan akan segera sembuh yang ditandai dengan jumlah trombosit dan sel darah putihnya kembali normal.

Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani demam berdarah. Yang dilakukan adalah mencegah infeksi virus tidak makin memburuk. Biasanya dokter akan menganjurkan pasien minum banyak cairan, istirahat yang cukup dan mengonsumsi obat penurun panas. Bila diperlukan, pasien akan diberikan asupan cairan melalui infus.

Sepanjang siklus demam berdarah, wajib mengonsumsi banyak cairan. Cairan yang dikonsumsi tidak hanya air mineral, tapi dari buah atau sayur, makanan berkuah lain, hingga cairan elektrolit. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang dapat menaikkan jumlah trombosit.




5. Diare

Diare ditandai dengan kondisi dimana seseorang mengalami BAB (Buang Air Besar) yang sering dan berwujud encer. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Diare disebabkan karena infeksi bakteri.

Bakteri penyebab diare biasanya akan tertular melalui makanan dan minuman terkontaminasi, yang kemudian akan dikonsumsi. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh akan menginfeksi tubuh terutama jika sistem kekebalan tubuh sedang menurun.

Cara untuk mengobati diare bisa dilakukan dengan minum banyak cairan seperti air putih, air kelapa, teh manis, atau oralit. Selama sakit diare, jaga asupan makanan yang dikonsumsi agar gejala diare tidak semakin memburuk. Sebaiknya konsumsi makanan yang lunak, tinggi protein dan rendah serat. Hindari makanan yang sulit dicerna. Untuk menghindari penularan diare, cucilah tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir sampai benar-benar bersih. Juga jaga kebersihan kuku.

6. Tifus

Tifus, atau biasa juga disebut tipes, adalah salah satu penyakit yang sering menyerang saat musim hujan. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Tifus ditandai dengan kondisi suhu tubuh yang meningkat mencapai 39–40 derajat celcius. Penderita tipes juga akan merasakan pusing, sembelit, diare, muntah, lemas, serta demam tinggi.

Tipus harus ditangani dengan segera, karena jika tidak akan menyebabkan komplikasi. Biasanya, sekitar 1 dari 10 orang akan mengalami komplikasi di minggu ketiga setelah terinfeksi. Komplikasi yang bisa terjadi yaitu berupa pendarahan, lelah sangat, sesak napas, kulit pucat, detak jantung tidak teratur hingga muntah darah.

Untuk menyebuhkan penyakit tipes dengan rawat di rumah cukup dilakukan dengan istirahat total, menjaga pola makan yang bersih dan sehat, dan banyak minum air. Selain itu dokter juga akan meresepkan obat antibiotik untuk minum di rumah sampai sembuh.

BACA JUGA: Bukan Cuma Berkah, Hujan Memberi 5 Manfaat Dahsyat bagi Manusia

7. ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)

Sesuai namanya, ISPA akan menyerang saluran pernasapan yang menyebabkan peradangan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri atau virus. Penularan ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur dari orang yang terinfeksi yang tersebar melalui udara, lalu masuk ke hidung atau mulut orang lain. Virus ISPA juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

ISPA ditandai dengan gejala seperti batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, sesak nafas, demam, sakit kepala dan nyeri otot. Mereka yang terserang ISPA akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Paling tidak hanya meredakan demam dengan cara kompres atau konsumsi obat paracetamol. Selain itu juga harus banyak istirahat dan konsumsi air putih. Untuk menghindari penyakit ISPA caranya dengan rajin cuci tangan, konsumsi makanan bervitamin (terutama vitamin C) untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

8. Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit yang menyerang organ hati yang bisa menyebabkan peradangan. Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus. Gejala hepatitis A akan terasa beberapa minggu setelah penderita tertular virus. Gejalanya berupa perubahan warna mata dan kulit menjadi kekuningan atau biasa disebut penyakit kuning. Sebelumnya juga akan disertai dengan gejala demam, lemas, mual dan muntah

Tidak ada pengobatan khusus untuk Hepatitis A. Penderita akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh penderita dapat membasmi virus tersebut. Pengobatan yang diberikan hanya untuk meringankan gejala-gejala yang dialami. Hepatitis A dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang.

9. Malaria

Hampir sama dengan demam berdarah, Malaria adalah penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi parasit plasmodium. Saat musim hujan nyamuk penyebab malaria ini bisa berkembang biak dengan mudah. Apabila terkena gigitan nyamuk ini maka parasit yang ada pada nyamuk akan masuk ke tubuh dan menyerang hati, sistem peredaran darah dan juga menginfeksi sel darah merah.

Gejala malaria akan timbul sekitar 10–15 hari setelah digigit nyamuk. Gejalanya berupa badan menggigil, demam , sakit kepala, banyak keringat dan lemas. Malaria bisa sembuh bila ditangani dengan tepat. Jika tidak cepat ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal. Penderita bisa mengalami anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian.

Penanganan malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat antimalaria. Mencegah malaria bisa dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk , seperti memasang kelambu pada tempat tidur, menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan semprotan atau krim antinyamuk.

10. Kolera

Kolera adalah penyakit yang menyerang saluran pencernaan atau usus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri kolera (Vibrio Cholerae) yang mengkontaminasi makanan atau minuman. Bakteri ini timbul akibat kondisi kotor yang biasanya terjadi saat musim hujan.

Penderita yang tertular dan terinfeksi bakteri kolera akan mengalami gangguan pada system pencernaannya. Bakteri ini akan berkembang biak di dalam usus kecil dan mengganggu penyerapan air dan mineral. Ini menyebabkan penderita mengalami diare, yang juga menjadi gejala utama penyakit kolera. Selain itu juga akan muncul gejala seperti muntah, denyut jantung cepat dan nyeri otot.

Kolera bisa ditangani dengan cara mencegah dehidrasi. Biasanya dokter akan memberikan larutan oralit untuk mengganti cairan serta ion mineral di dalam tubuh. Tapi jika penderita terus muntah-muntah dan tidak bisa minum, maka perlu dirawat dan diberikan cairan infus.

BACA JUGA: Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan

11. Penyakit Kulit

Penyakit kulit juga menjadi penyakit yang paling rentan terjadi saat musim hujan. Penyakit kulit yang diakibatkan oleh bakteri atau jamur yang perkembangbiakannya meningkat di suhu yang lembab.

Penyakit kulit terbagi menjadi dua yaitu, menular dan tidak menular. Penyakit kulit menular bisa akibat kontak langsung kulit atau karena memagang permukaan benda yang terkontaminasi. Jenis penyakit kulit menular, antara lain : kurap, kutu air, kusta , bisul, cacar air, kutil, kudis, herpes.

Sedangkan penyakit kulit tidak menular biasanya disebabkan karena gangguan autoimun, alergi. dan penyebab lainnya. Yang tergolong penyakit kulit tidak menular, antara lain yaitu: panu, eksim, Rosacea (bintik kemerahan kecil berisi nanah), Dermatitis (bengkak kemerahan gatal) dan lainnya.

Obat kulit hingga antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Sedangkan untuk menghindari terkena penyakit ini, harus selalu menjaga kebersihan tubuh.

Sumber: HomeCare24 | Foto: Ilustrasi

TINTAHIJAU.com
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pendidikan Lalu Lintas Akan Diajarkan di Sekolah di Majalengka https://t.co/lO5QPJLCJR
Bupati Majalengka Lantik 74 Pegawai P3K Penyuluh Pertanian https://t.co/i86iEr8Xk7
Tiga Polsek dan Kasat Narkoba Polres Subang Dimutasi https://t.co/KsoetVFkGA
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter