FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Waspada! Penyakit ini Biasa Menyerang Saat Musim Hujan - (2)

Indeks Artikel



5. Diare

Diare ditandai dengan kondisi dimana seseorang mengalami BAB (Buang Air Besar) yang sering dan berwujud encer. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Diare disebabkan karena infeksi bakteri.

Bakteri penyebab diare biasanya akan tertular melalui makanan dan minuman terkontaminasi, yang kemudian akan dikonsumsi. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh akan menginfeksi tubuh terutama jika sistem kekebalan tubuh sedang menurun.

Cara untuk mengobati diare bisa dilakukan dengan minum banyak cairan seperti air putih, air kelapa, teh manis, atau oralit. Selama sakit diare, jaga asupan makanan yang dikonsumsi agar gejala diare tidak semakin memburuk. Sebaiknya konsumsi makanan yang lunak, tinggi protein dan rendah serat. Hindari makanan yang sulit dicerna. Untuk menghindari penularan diare, cucilah tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir sampai benar-benar bersih. Juga jaga kebersihan kuku.

6. Tifus

Tifus, atau biasa juga disebut tipes, adalah salah satu penyakit yang sering menyerang saat musim hujan. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Tifus ditandai dengan kondisi suhu tubuh yang meningkat mencapai 39–40 derajat celcius. Penderita tipes juga akan merasakan pusing, sembelit, diare, muntah, lemas, serta demam tinggi.

Tipus harus ditangani dengan segera, karena jika tidak akan menyebabkan komplikasi. Biasanya, sekitar 1 dari 10 orang akan mengalami komplikasi di minggu ketiga setelah terinfeksi. Komplikasi yang bisa terjadi yaitu berupa pendarahan, lelah sangat, sesak napas, kulit pucat, detak jantung tidak teratur hingga muntah darah.

Untuk menyebuhkan penyakit tipes dengan rawat di rumah cukup dilakukan dengan istirahat total, menjaga pola makan yang bersih dan sehat, dan banyak minum air. Selain itu dokter juga akan meresepkan obat antibiotik untuk minum di rumah sampai sembuh.

BACA JUGA: Bukan Cuma Berkah, Hujan Memberi 5 Manfaat Dahsyat bagi Manusia

7. ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)

Sesuai namanya, ISPA akan menyerang saluran pernasapan yang menyebabkan peradangan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri atau virus. Penularan ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur dari orang yang terinfeksi yang tersebar melalui udara, lalu masuk ke hidung atau mulut orang lain. Virus ISPA juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

ISPA ditandai dengan gejala seperti batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, sesak nafas, demam, sakit kepala dan nyeri otot. Mereka yang terserang ISPA akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Paling tidak hanya meredakan demam dengan cara kompres atau konsumsi obat paracetamol. Selain itu juga harus banyak istirahat dan konsumsi air putih. Untuk menghindari penyakit ISPA caranya dengan rajin cuci tangan, konsumsi makanan bervitamin (terutama vitamin C) untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

8. Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit yang menyerang organ hati yang bisa menyebabkan peradangan. Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus. Gejala hepatitis A akan terasa beberapa minggu setelah penderita tertular virus. Gejalanya berupa perubahan warna mata dan kulit menjadi kekuningan atau biasa disebut penyakit kuning. Sebelumnya juga akan disertai dengan gejala demam, lemas, mual dan muntah

Tidak ada pengobatan khusus untuk Hepatitis A. Penderita akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh penderita dapat membasmi virus tersebut. Pengobatan yang diberikan hanya untuk meringankan gejala-gejala yang dialami. Hepatitis A dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang.

9. Malaria

Hampir sama dengan demam berdarah, Malaria adalah penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi parasit plasmodium. Saat musim hujan nyamuk penyebab malaria ini bisa berkembang biak dengan mudah. Apabila terkena gigitan nyamuk ini maka parasit yang ada pada nyamuk akan masuk ke tubuh dan menyerang hati, sistem peredaran darah dan juga menginfeksi sel darah merah.

Gejala malaria akan timbul sekitar 10–15 hari setelah digigit nyamuk. Gejalanya berupa badan menggigil, demam , sakit kepala, banyak keringat dan lemas. Malaria bisa sembuh bila ditangani dengan tepat. Jika tidak cepat ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal. Penderita bisa mengalami anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian.

Penanganan malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat antimalaria. Mencegah malaria bisa dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk , seperti memasang kelambu pada tempat tidur, menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan semprotan atau krim antinyamuk.

10. Kolera

Kolera adalah penyakit yang menyerang saluran pencernaan atau usus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri kolera (Vibrio Cholerae) yang mengkontaminasi makanan atau minuman. Bakteri ini timbul akibat kondisi kotor yang biasanya terjadi saat musim hujan.

Penderita yang tertular dan terinfeksi bakteri kolera akan mengalami gangguan pada system pencernaannya. Bakteri ini akan berkembang biak di dalam usus kecil dan mengganggu penyerapan air dan mineral. Ini menyebabkan penderita mengalami diare, yang juga menjadi gejala utama penyakit kolera. Selain itu juga akan muncul gejala seperti muntah, denyut jantung cepat dan nyeri otot.

Kolera bisa ditangani dengan cara mencegah dehidrasi. Biasanya dokter akan memberikan larutan oralit untuk mengganti cairan serta ion mineral di dalam tubuh. Tapi jika penderita terus muntah-muntah dan tidak bisa minum, maka perlu dirawat dan diberikan cairan infus.

BACA JUGA: Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan

11. Penyakit Kulit

Penyakit kulit juga menjadi penyakit yang paling rentan terjadi saat musim hujan. Penyakit kulit yang diakibatkan oleh bakteri atau jamur yang perkembangbiakannya meningkat di suhu yang lembab.

Penyakit kulit terbagi menjadi dua yaitu, menular dan tidak menular. Penyakit kulit menular bisa akibat kontak langsung kulit atau karena memagang permukaan benda yang terkontaminasi. Jenis penyakit kulit menular, antara lain : kurap, kutu air, kusta , bisul, cacar air, kutil, kudis, herpes.

Sedangkan penyakit kulit tidak menular biasanya disebabkan karena gangguan autoimun, alergi. dan penyebab lainnya. Yang tergolong penyakit kulit tidak menular, antara lain yaitu: panu, eksim, Rosacea (bintik kemerahan kecil berisi nanah), Dermatitis (bengkak kemerahan gatal) dan lainnya.

Obat kulit hingga antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Sedangkan untuk menghindari terkena penyakit ini, harus selalu menjaga kebersihan tubuh.

Sumber: HomeCare24 | Foto: Ilustrasi

TINTAHIJAU.com
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jumlah Kasus Covid-19 Majalengka Melesat ke Angka 1.956 https://t.co/HtyxSzAhj5
Jaga Eksistensi Genting, Bupati Berambisi Jadikan Terakota Sebagai Ciri Khas Majalengka https://t.co/m3jaYYvy5y
Jarang Terjadi! Hari ini 0 Penambahan Kasus Covid-19 di Subang https://t.co/WtOTCHtq11
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter