FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kenapa Sebagian Pria Sering 'Jajan'?, Awas! Ada Sejumlah Penyakit Mengintai

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Ada sejumla pria yang suka 'jajan' seks, tujuannya memang beragam, namun baru-baru seorang PSK di Sydney, Australia membocorkan alasan para pria yang sudah beristri hobi jajan seks. Hal ini diungkapkan oleh wanita berusia 30 tahun bernama Bianca Seirra di akun TikTok.

Menurut wanita yang berusia 30 tahun bernama Bianca Seirra itu menyebutkan bahwa  suami yang jajan seks tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsunya saja. Ternyata, para pria hanya ingin 'berburu' dan melakukan seks dengan wanita lain, yakni pekerja seks. Para pria ini merasa, sudah berhasil mendapatkan sang istri sehingga tak perlu lagi 'diburu'.

"Mereka (para suami) memang mencintaimu, tapi dengan syarat. Tidak semua pria selingkuh," beber Seirra dalam Tiktok-nya @bondibrat yang dikutip dari New York Post, Sabtu (24/9/2022).

"Mayoritas pria telah berfantasi tentang hal itu, tetapi ada persentase bahwa mereka tahu itu tidak seharusnya dilakukan," sambungnya.

Selain itu, pria yang hobi jajan seks mungkin merasa terlalu takut untuk menjalin komunikasi dengan istri, terutama urusan seks. Sierra juga mengatakan alasan lainnya adalah mereka menginginkan seks yang variatif.

Namun, perilaku hobi jajan seks ini memiliki risiko yang berbahaya bagi kesehatan. Sebab, orang yang hobi jajan seks berisiko terkena penyakit menular seksual (PMS).

Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa jenis penyakit menular seksual yang paling sering dialami.

1. Klamidia

Klamidia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh chlamydia trachomatis, yakni infeksi umum yang bisa ditularkan melalui seks anal, vaginal, maupun oral. Penyakit ini juga bisa ditularkan pada bayi saat proses kelahiran.

Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala, tetapi bisa menyebabkan infertilitas dan komplikasi lainnya jika tidak segera diobati. Gejala yang umum muncul seperti perubahan pada lendir keputihan hingga rasa perih saat buang air kecil. Gejala ini biasanya terjadi 7-21 hari setelah tertular.