FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemerintahan

  1. Eksekutif
  2. Legislatif
  3. Politik
  4. Pendidikan

Megapolitan

  1. Peristiwa
  2. Ekbis
  3. Ragam
  4. Hukrim

Rekreasi

  1. Kuliner
  2. Wisata
  3. Hotel
  4. Tips

Milenial

  1. Ototekno
  2. Kesehatan
  3. Keluarga
  4. Hijrah

Entertainment

  1. Selebriti
  2. Fashion
  3. Relationship
  4. Musik & Film

Indeks Artikel



Kini kasus gagal ginjal akut  yang menyerang anak usia 6 bulan-18 tahun, khususnya balita, menjadi sorotan baru. Sebab, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan bahwa terdapat 192 kasus gagal ginjal akut progresif atipikal, pada anak hingga Selasa (18/10/2022).

Karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami penanganan efektif penyakit ini pada anak. Yuk, simak informasinya dari halodoc




Penanganan Efektif Gagal Ginjal Akut pada Anak

Kemenkes RI melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan menerbitkan surat keputusan Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.


BERITA LAINNYA
Masih Misterius Penyebabnya, Ini Langkah Mencegah Gagal Ginjal Akut
Serang Balita, Dinkes Waspadai Masuknya Penyakit Misterius ke Kabupaten Subang
Obat Sirup Diminta Tak Diedarkan, Dinkes Subang Minta Masyarakat Tidak Panik

Surat ini juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan dijadikan acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan, terkait penanganan medis penyakit tersebut pada anak.

Dimulai dari diagnosis klinis, yang diawali dengan mengamati gejala dan tanda klinis yang dialami pasien. Contohnya seperti penurunan jumlah BAK (oliguria) atau tidak ada sama sekali BAK (anuria). Pada kondisi ini, anak sudah memasuki fase lanjut dan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Ketika anak menerima perawatan di rumah sakit, Kemenkes merekomendasikan pemeriksaan berlanjut pada fungsi ginjal (turun, kreatinin). Namun, jika fungsi ginjal meningkat, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Selain itu, pemeriksaan lanjutan juga berfungsi sebagai evaluasi kemungkinan akan etiologi dan komplikasi.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif gagal ginjal akut, pasien akan dirawat pada ruangan intensif seperti High Care Unit (HCU) atau Pediatric Intensive Care Unit (PICU) sesuai indikasi.

Selama proses perawatan, fasilitas kesehatan akan memberikan obat dan terus mengawasi kondisi pasien melalui beberapa aspek. Mulai dari volume balance cairan dan diuresis selama perawatan, kesadaran, napas kusmaull, tekanan darah, serta pemeriksaan kreatinin serial setiap 12 jam.


Gejalan