FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemerintahan

  1. Eksekutif
  2. Legislatif
  3. Politik
  4. Pendidikan

Megapolitan

  1. Peristiwa
  2. Ekbis
  3. Ragam
  4. Hukrim

Rekreasi

  1. Kuliner
  2. Wisata
  3. Hotel
  4. Tips

Milenial

  1. Ototekno
  2. Kesehatan
  3. Keluarga
  4. Hijrah

Entertainment

  1. Selebriti
  2. Fashion
  3. Relationship
  4. Musik & Film

Indeks Artikel





SUBANG, TINTAHIJAU.com - Sejauh ini gangguan ginjal akut atau AKI pada anak belum diketahui  penyebabnya dan masih dalam penelitian.

Namun demikian, Kementerian Kesehatan meminta kepada seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara ini tidak meresepkan atau memberikan obat obat dalam bentuk sediaan cair atau sirop sampai hasil penulusuran dan penelitian tuntas.

Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan sejumlah alternatif obat menyusul pemberian obat berbentuk sirop dihentikan untuk sementara ini.



BACA JUGA:
Tidak Hanya Syrup Paracetamol, Kemenkes Setop Sementara Semua Obat Cair

“Sebagai alternatif dapat menggunakan bentuk sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositoria (anal), atau lainnya,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril pada konferensi pers, Rabu (19/10/2022) secara daring yang juga dipantau KOMPAS.TV.

Ia menjelaskan, sesuai dengan edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, semua obat sirop atau obat cair, bukan hanya parasetamol, diduga bukan kandungan obatnya saja tapi ada kompionen-komponen lain yang menyebabkan bisa terjadi intoksikasi.

Jadi untuk sementara ini Kementerian Kesehatan sudah mengambil langkah mencegah ke kasus yang lebih banyak atau munculnya kematian.

"Kita berhentikan sementara penggunaan ini sampai selesai penelitian atau penelusuran yang didapatkan nanti," imbuh dia.

baca selanjutnya di halaman berikutnya