FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ancika, Sosok Dalam Novel Pidi Baiq Setelah Dilan Dan Milea



 

Pada tanggal 17 Agustus 2021, Pidi Baiq, seorang penulis asal kota Bandung ini secara resmi meluncurkan sebuah buku yang berjudul “ANCIKA; Dia yang bersamaku tahun 1995”. Secara resmi pula diumumkan pada laman Instagram miliknya:



“Assalamualaikum, Pak @Jokowi dan Kang @Joebiden izin saya mau bilang terimakasih sangat banyak untuk kawan-kawan di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Timor Leste dan lainnya yang sudah ikut Pre Order novel Ancika. Saya doakan semoga mereka sehat selalu, sukses dan banyak uangnya. Sekarang, Novel Ancika, sudah bisa dibeli di toko-toko buku yang sedang buka. Bisa di Gramedia, bisa di Gunung Agung, di Toga Mas, Millenia Store dan lain-lain.”

Dengan gayanya yang nyentrik, tak sulit bagi Pidi Baiq mendapat pembaca novel tersebut. Pre-order pun ludes dengan cepat, kebanyakan pembeli merupakan pengikut lama Pidi Baiq, sehingga penasaran kelanjutan setelah novel trilogi:  Dilan 1990, Dilan 1991 dan Milea. Pembaca pun merasa selalu haus oleh cerita yang diuraikan “ayah” Pidi, panggilan akrabnya.



Beberapa pembaca pun merasa puas, senang dan terinspirasi oleh ceritanya. Sebagian dari mereka juga mengunggah review atau hasil membacanya.

Sebagai penggemar Trilogi Dilan, dan sekarang muncul tokoh Ancika, setelah Milea, bagaimana respon pembaca? Ternyata di novel Ancika ini, berbeda dengan Milea dan Dilan di masa lalu, ya benar kata Dilan "yang lalu biarlah berlalu." Dilan tumbuh lebih dewasa dan bertanggung jawab, belajar dari masa lalunya bersama Lia, Dilan memulai masa depannya bersama Cika. Iya, Ancika Mehrunisa Rabu, perempuan yang keras kepala, prinsip yang kuat, betapa keukeuh atas keinginannya sendiri serta bukan penganut "tim pacaran" awalnya, namun luluh tembok besar dalam diri Cika karena seorang Dilan (kini bukan panglima geng motor) yang datang dengan gaya tingkah lakunya yang aneh, menyebalkan, menggemaskan, dan tak jarang membuat Cika tersenyum, tertawa, dan kesal.



"Lia memang bukan untuk Dilan." dan ya "Dia memang punya masa lalu, tetapi saya punya Dilan." – Ancika.

Bagaimana? Kamu tertarik untuk membacanya?



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Resep dan Cara Membuat Semur Jengkol Spesial Khas Sunda https://t.co/4YWs48wEfW
Sebuah Rumah Tiba-tiba Ambruk, Tewaskan Ibu dan Anak Balitanya https://t.co/T8CW1nEPEm
Innalillahi wainnailaihi rojiun, Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Budi Santoso, Pimred https://t.co/8aYXtkgX1Z. Aha… https://t.co/PzDuq2OeQV
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter