Literasi

Muhasabah Akhir Tahun, Empat Perkara Yang Harus Dijaga

×

Muhasabah Akhir Tahun, Empat Perkara Yang Harus Dijaga

Sebarkan artikel ini

Apa yang harus kita muhasabah? Abu Hurairah menyampaikan dari Nabi Muhammad SAW, bahwa tidak akan beranjak seseorang dihari kiamat sampai Allah menanyakan pada empat hal: Pertama, tentang umurnya. Dihabiskan untuk apa umurmu? Sudah berapa banyak waktu dalam umur kita gunakan untuk ibadah, da’wah, membahagiakan kedua orang tua dan membuat amal yang bermanfaat untuk umat? Kedua, tentang Ilmu. Diamalkan untuk apa ilmumu? Imam al Ghozali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa ilmu adalah sesuatu yang dapat memahamkan kita pada hakikat dan makrifat Allah, yaitu ilmu Tauhid atau ilmu agama. Maka al Ghozali mengatakan wajib atas individu kita paham pada ilmu agama, dan ilmu inilah yang kelak nanti akan dimintai pertanggungjawabnnya dihadapan Allah SWT. Maka sudahkan kita mendatangi banyak guru, ustadz, kyai dan para ulama untuk belajar ilmu agama? Atau jangan-jangan kita malah sibuk terus dengan ilmu-ilmu dunia yang menjauhkan kita dari Allah?

Ketiga adalah pertanyaan Allah tentang hartamu. Darimana kamu dapatkan dan kemana kamu belanjakan? Dua pertanyaan berat yang harus bisa kita pertanggungjawabkan. Allah akan menanyakan tentang cara kita dalam mengais rizki. Apakah rizki yang kita upayakan siang malam itu dicari dari jalan yang halal atau cara yang haram? Apakah rizki yang kita makan dan kita bawa pulang ke rumah untuk anak, istri dan keluarga adalah rizki yang jauh dari unsur riba, tipu-tipu dan kebohongan? Setelah kamu dapatkan, kemana kamu belanjakan hartamu? Apakah harta yang kamu peroleh kamu gunakan untuk sedekah, membantu fakir miskin dan jalan fi sabilillah?

Keempat adalah pertanyaan Allah tentang jiwa atau tubuhmu. Digunakan untuk apa badan kita yang sehat ini? dimanfaatkan untuk apa jiwa dan tenaga kita yang kuat ini? Ingat kekuatan dan kesehatan kita dari Allah. Kita bisa bekerja karena izin Allah. Maka kerjakanlah amalan-amalan yang membuat Allah suka kepada kita. Hindari pekerjaan yang membuat Allah murka karena kelalaian kita. Jangan pernah kita merasa kuat dan hebat bisa mendaki gunung, gowes sepeda berkilo-kilometer, kuat mengangkat barbel dan beban berat bahkan kuat melakukan pekerjaan lembur sampai mengurangi jatah tidur. Sementara ketika badan dibawa ke masjid untuk sujud berjamaah di masjid justru malah melemah padahal masjid dekat didepan rumah kita. Ketika diajak ke majlis ta’lim untuk tholabul ilmi, tulang tak kuat menopang badan dan mata tak kuat menahan kantuk, jangan sampai ketika ada ajakan da’wah kemudian tiba-tiba badan dan jiwamu menjadi memelas dan meras letih, jangan sampai pula ketika ada ajakan jihad di jalan Allah kemudian kamu katakan maaf, aku sibuk tidak ada waktu. Ingat semua itu akan dimintai pertanggungjawabnnya dihadapan Allah SWT.

Wallahu A’lam Bishowab.

 

Dede R. Misbahul Alam, M.Pd, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kab. Subang