OPINI: Tiga Investasi Terbaik

DR Sri Mulyani Menteri keuangan negara kita menyampaikan dalam kuliah umum di Universitas Gadjah Mada pada tanggal 25 september 2018 keherannanya mengenai perbedaan antara Amerika yang disebut negara maju dengan Indonesia yang disebut negara berkembang.

Dia beliau menyimpulkan bahwa “mereka itu asetnya kerja keras, orangnya kerja biasa-biasa aja. Kalau di republik kita, orang kerja keras banget, asetnya tidur-tidur aja.” jadi kata kuncinya adalah maju karena asset yang bekerja, dan kehidupan mereka terlihat nyaman dan bahagia.

Dalam kontek negeri ini, kalau ada orang yang bertanya apa cita-cita dari penduduk negeri ini, maka mayoritas dipastikan adalah menjadi Pegawai Negeri Sipil atau saat ini berganti menjadi Aparatur Sipil Negara ini bisa terlihat dari membanjirnya pendaftar ketika di buka lowongan kerja menjadi PNS / ASN, dan alasan memilih ini adalah karena terjaminnya masa tua dengan adanya dana pensiun sehingga bisa menikmati masa tua dengan nyaman karena kondisi ekonomi yang layak dengan jaminan dana pensiun.

Dari dua contoh kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kenyamanan hidup hari ini dan masa depan, dapat dicapai dengan investasi. Amat beruntung orang yang memiliki aset yang assetnya dimanfaatkan sehingga menjadi passive income yang menjadikan pemilik asset tersebut bekerja biasa saja karena assetnya yang sudah bekerja keras, sehingga bisa menikmati hidup dengan nyaman dan tenang karena sudah mapan secara ekonomi.

Baca Juga:  Dapatkah Kita Hidup Tanpa Layanan Google?

Demikian juga dengan menjadi menjadi PNS / ASN, mereka akan menikmati masa tua dengan nyaman karena adanya dana pensiun yang bisa menutupi kebutuhan sehar-hari.

Namun dari dua jenis kenikmatan hidup yang berupa passive income dari hasil asset yang bekerja keras sehingga pemilik asset cukup bekerja biasa saja dan dana pensiun yang senantiasa mengalir walau yang bersangkutan sudah berkerja terlihat nyaman, bahagia dan masuk ketgoro beruntung, ternyata ada yang lebih beruntung dari mereka, yaitu orang yang sudah meninggal namun pahalanya senantiasa masih mengalir.

Orang yang sudah meninggal dan pahalanya senantiasa mengalir itu adalah orang dengan kriteria yang disebutkan Nabi Muhammad SAW yaitu orang yang ketika hidup melakukan tiga amalan yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat dan anak shaleh yang mendoakan mereka.

Pertama Shadaqah jariyah adalah bentuk shadaqah yang pahalanya senantiasa mengalir kepada pelakunya dengan kriteria dapat dirasakan manfaatnya, jadi selama manfaatnya dirasakan maka manfaatnya senantiasa mengalir, bentuk shadaqah semacam ini seperti membangun masjid, sekolah, panti, pesantren, jalan, jembatan, sumber air dan lain sebagianya.

Baca Juga:  Apakah Seorang CEO Harus Aktif di Media Sosial?

Shadaqah jariyah adalah satu-satunya investasi yang pasti untung sebagai mana sabda Nabi SAW bahwa shadaqah itu tidah akan mengurangi harta. Maka agar kelak kita beruntung dan tidak menyesal maka saat ini adalah kesempatan kita untuk shadaqah sebagaimana firman Allah dal surat Al Munafiqun ayat 10:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

Kedua ilmu yang manfaaat adalah ide atau kegiatan yang bernilai baik dan kita samapaikan ke orang lain kemudian diamalakn, maka kita akan mendapatkan bagian dari nya tanpa mengurangi pahala pelaku kebaikan itu sebagaimana sabda Nabi SAW :

“Barang siapa menginisiasi perbuatan baik, maka ia mendapatkan pahala seperti pelaku perbuatan baik tersebut tanpa mengurangi bagian dari pelaku perbuatan baik tersebut”.

Namun harus waspada jangan sampai kita menyuruh orang lain berbuat kebaikan tapi kita tidak mengerjakan kebaikan itu demikian juga sebaliknya mencegah kemungkaran namun kita melakukannya, karena hal ini bisa mengundang murka Allah dan merupakan bentuk dari sikap dan sifat munafik.

Baca Juga:  OPINI: Menguatkan Toleransi dalam Berdemokrasi, Agar Pilpres Tak Bikin Stres

Ketiga anak sholeh yang mendoakan, anak adalah asset terbaik untuk masa depan dunia, baik didunia maupun di akhirat, maka “asset” ini harus dikelola dengan baik, di dunia anak-anak ini lah yang diharapkan orang tua menjaga dan merawat serta menjaga di masa tua mereka dan di akhirat mereka senantiasa mendoakan.

Diantara hal yang perlu dilakukan adalah kita perlu mendoakan orang tua kitaseperti termaktub dalam al Quran “Robbighfirlii waliwalidayya warhamhuma kama robbayanii shaoghoroo” yang artinya “Ya Allah sayangi orang tua kami, sebagmana mereka menyanyangi kami semenjak kami masih keci” l, agar kelak kita juga didoakan oleh anak-anak kita.

Maka agar hidup bahagia didunia dan akhirat yang kita harapkan dan cita-citakan dapat terwujud, jangan sampai melupakan asset-asset di atas untuk di jadikan investasi terbaik kita.

Nasrudin, MSI
Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com