Literasi

‎Suhu Dingin dan Kabut Selimuti Ciayumajakuning, BMKG Imbau Warga Waspada

×

‎Suhu Dingin dan Kabut Selimuti Ciayumajakuning, BMKG Imbau Warga Waspada

Sebarkan artikel ini

‎‎Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) dalam beberapa hari terakhir diselimuti udara dingin yang cukup terasa, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut tak hanya dirasakan warga, tetapi juga memicu munculnya kabut di sejumlah wilayah.

‎‎Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kertajati mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas pada malam dan pagi hari.‎‎

Prakirawan BMKG Kertajati, Dyan Anggrainy, menjelaskan bahwa suhu dingin dan kabut yang terjadi merupakan dampak dari tebalnya tutupan awan selama siang hari, sehingga proses pemanasan matahari tidak berlangsung optimal.‎‎

“Akibatnya, suhu udara menjadi relatif lebih rendah dan uap air cenderung berkumpul di dekat permukaan hingga membentuk kabut,” ujar Dyan, Kamis (15/1/2026).‎‎

Aktivitas Pagi Terganggu Kabut‎‎Kabut yang muncul sejak malam hingga pagi hari berpotensi mengganggu jarak pandang, terutama bagi pengendara yang melintas di jalur antarwilayah Ciayumajakuning. BMKG menyebut kondisi tersebut bisa terjadi secara berulang selama musim hujan.‎‎

Menurut Dyan, fenomena ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Januari 2026 dan tergolong normal terjadi pada periode musim hujan.‎‎

‎‎Berdasarkan catatan BMKG, suhu udara di Ciayumajakuning dan Sumedang berada pada kisaran 18 hingga 30 derajat Celcius. Kabupaten Majalengka dan Sumedang tercatat sebagai wilayah dengan suhu minimum terendah, yakni mencapai 18 derajat Celcius.‎‎

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Jatiwangi mencatat suhu minimum sebesar 22,4 derajat Celcius dalam tiga hari terakhir, dengan suhu maksimum mencapai 31,9 derajat Celcius.‎‎

Selain udara dingin dan kabut, BMKG Kertajati memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur Ciayumajakuning dan Sumedang hingga akhir pekan.

Hujan diperkirakan turun mulai siang hingga malam hari.‎‎Warga Mulai Ubah Kebiasaan‎‎Perubahan suhu juga dirasakan warga Kabupaten Majalengka.

Dessy Hendriyanti, warga Kecamatan Panyingkiran, mengaku mulai menyesuaikan kebiasaan sehari-hari akibat udara dingin yang terasa lebih intens pada malam hari.‎‎

“Sekarang malam hari lebih dingin. Biasanya pakai kipas angin, sekarang justru pakai selimut,” tuturnya.‎‎

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh, mengantisipasi cuaca hujan dan kabut, serta berhati-hati saat berkendara pada malam dan pagi hari.