Literasi

Tabloid Monitor, Jejak Nostalgia Media Cetak Hiburan Era 80-90an

×

Tabloid Monitor, Jejak Nostalgia Media Cetak Hiburan Era 80-90an

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Dunia media cetak di Indonesia menyimpan sejarah panjang yang penuh dengan inspirasi dan kreativitas. Salah satu ikonnya adalah Tabloid Monitor, sebuah tabloid infotainment yang menjadi pionir di bidangnya.

Kiprah taboid ini bermula sejak tahun 1986, membuatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kenangan indah era 80-90an. Pemimpin redaksi yang kreatif, Mas Arswendo Atmowiloto, menciptakan terobosan dalam penyajian hiburan yang tidak hanya menghibur tapi juga memberikan wawasan kepada pembacanya.

Awal mula keterlibatan penulis dengan media cetak dimulai dari kegemarannya membaca dan berlangganan Tabloid Monitor. Tabloid ini bukan sekadar panduan menonton acara televisi, tetapi juga menjadi sumber ulasan yang komprehensif mengenai dunia televisi, radio, film, musik, dan hiburan lainnya.

Mas Arswendo, dengan produktivitasnya yang luar biasa, tidak hanya menulis di Tabloid Monitor tetapi juga menyebarkan karyanya melalui berbagai media cetak lain, termasuk koran dan majalah.

Sebelum memimpin Tabloid Monitor, Mas Arswendo telah menciptakan jejaknya di Majalah Hai dan Majalah Midi. Karya-karyanya, seperti serial Kiki dan Komplotannya serta Imung dan Keluarga Cemara, menciptakan penggemar setia. Beberapa di antaranya bahkan telah diadaptasi menjadi film dan serial televisi, membuktikan daya tariknya yang tak lekang oleh waktu.

Kisah suksesnya tidak berhenti di sana. Film televisi “ACI, Aku Cinta Indonesia” yang diproduksi oleh Mas Arswendo berhasil menjadi fenomena televisi pada masanya. Film ini tidak hanya menghibur tapi juga memberikan edukasi kepada pemirsa dari berbagai kalangan usia.

Setelah 30 tahun berlalu sejak Tabloid Monitor vakum, penulis memutuskan untuk menghidupkan kembali kenangan indah tersebut melalui media sosial, terutama Facebook dan Instagram.

Unggahan satu per satu sampul Tabloid Monitor menjadi magnet nostalgia bagi mereka yang pernah mengikuti perkembangan media cetak pada era 80-90an. Melalui unggahan tersebut, terungkap betapa besar pengaruh Tabloid Monitor terhadap perkembangan media cetak dan acara hiburan di Indonesia.

Tentu saja, proses mengunggah sampul media cetak tidak dilakukan sembarangan. Penulis selalu melakukan pengecekan dan konfirmasi dengan jurnalis senior atau pihak terkait untuk memastikan keakuratan informasi.