11 Orang Staff PBB Tewas Saat Serangan Israel ke Gaza

Warga Palestina mengeluarkan satu jenazah dari reruntuhan bangunan setelah serangan udara Israel di kamp pengungsi Jebaliya, Jalur Gaza, Senin, 9 Oktober 2023. (Sumber: The Associated Press)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Perang Palestina-Israel yang terus berlanjut telah mengakibatkan dampak yang mendalam, termasuk hilangnya nyawa tak bersalah.

Dalam perkembangan terbaru, 11 staf PBB dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Gaza sebagai tanggapan atas serangan dari Hamas.

Badan PBB untuk Pekerjaan dan Bantuan bagi Pengungsi Palestina (UNRWA) mengonfirmasikan berita tragis ini melalui Wakil Direktur UNRWA untuk Gaza pada hari Rabu, 11 Oktober 2023.

“Saya dengan sangat sedih mengonfirmasikan 11 kolega di UNRWA telah terbunuh sejak 7 Oktober di Jalur Gaza,” ujarnya dalam pernyataan tersebut.

Dari jumlah korban tewas tersebut, termasuk dalam daftar tragis ini adalah lima guru di sekolah UNRWA, seorang ginekolog, seorang insinyur, seorang konselor psikologis, dan tiga staf pendukung. Bahkan beberapa di antara mereka tewas di dalam rumah mereka sendiri, saat mereka tengah bersama keluarga mereka.

Pernyataan tersebut juga mencerminkan keprihatinan mendalam terkait situasi tersebut dan pentingnya melindungi staf PBB dan warga sipil yang harus terus-menerus hidup dalam ketegangan konflik ini.

“UNRWA berduka atas kehilangan ini bersama kolega dan keluarga. Staf PBB dan warga sipil harus dilindungi setiap waktu saat konflik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut juga mengajak untuk mengakhiri pertempuran dan menyelamatkan lebih banyak nyawa warga sipil yang terancam akibat perang ini.

Perang Palestina-Israel ini telah memakan korban yang sangat banyak sejak dimulai pada Sabtu, 7 Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan rudal terhadap Israel.

Tindakan balasan dari Israel juga telah menyebabkan ribuan kematian, dengan angka korban di Israel mencapai 1.200 orang. Jumlah ini juga mencerminkan jumlah warga Palestina yang tewas menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza.

Krisis ini terus memakan korban dan menghasilkan dampak yang sangat merugikan di wilayah tersebut. Dalam situasi seperti ini, perdamaian dan solusi yang adil sangat diperlukan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan Israel serta untuk mencegah lebih banyak kehilangan nyawa.