SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Lahan sawah seluas sekitar 200 hektare di Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terendam banjir akibat luapan Sungai Ciasem, Jumat (26/12/2025).
Akibat banjir tersebut, tanaman padi yang baru berumur sekitar 15 hingga 20 hari mengalami kerusakan parah. Bahkan, sebagian tanaman hanyut terbawa derasnya arus banjir yang merendam ratusan hektare lahan persawahan.
Para petani setempat tidak dapat berbuat banyak selain pasrah melihat tanaman padi mereka rusak. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar karena terancam gagal panen dan mengalami kerugian.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Dukuh, Ali, mengatakan banjir luapan Sungai Ciasem tidak hanya merendam lahan pertanian, tetapi juga menggenangi permukiman warga.
“Sekitar 200 hektare tanaman padi terendam banjir dan terancam mati,” kata Ali kepada TINTAHIJAU.COM.
Ia menjelaskan, banjir diperparah oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu sungai yang bermuara di Sungai Ciasem. Akibatnya, tanaman padi yang masih muda rusak dan sebagian hanyut terbawa arus.
Menurut Ali, banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu banjir hanya merendam puluhan hektare sawah dan rumah warga, kali ini dampaknya jauh lebih luas.
“Kalau air tidak segera surut, kerugian petani akan semakin besar,” ujarnya.
Warga dan petani pun berharap adanya campur tangan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir tersebut, agar tanaman padi yang masih tersisa dapat diselamatkan.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu petani supaya tanaman padi ini masih bisa panen,” pungkas Ali.
[Sandy Zaenudin]





