Megapolitan

Aksi Vandalisme di Flyover Pasupati Diduga Psywar Jelang Laga Persib vs Persija

×

Aksi Vandalisme di Flyover Pasupati Diduga Psywar Jelang Laga Persib vs Persija

Sebarkan artikel ini
Ribuan Bobotoh memadati Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati untuk merayakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai Liga 1 musim 2024/2025 di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (ANTARA/Rubby Jovan)

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Aksi vandalisme di pilar Jembatan Layang Pasupati, Kota Bandung, menjadi sorotan setelah tayangan videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sekelompok orang mencorat-coret pilar jembatan menggunakan cat semprot, yang diduga berkaitan dengan upaya memantik ketegangan menjelang laga klasik Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

Aksi tersebut disinyalir sebagai bentuk perang psikologis (psywar) antarpendukung menjelang pertandingan kedua tim. Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pemuda menyemprotkan cat hingga membentuk deretan huruf “PJFC” pada salah satu pilar flyover Pasupati. Namun, berdasarkan pantauan pada Jumat (9/1), tulisan tersebut sudah tertutup oleh coretan lain. Di lokasi yang sama juga ditemukan tulisan “1933 still alive” dengan cat semprot berwarna berbeda.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Bambang Sukardi, menyayangkan dan mengaku prihatin atas terjadinya aksi vandalisme tersebut. Ia menegaskan, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap peraturan daerah Kota Bandung karena merusak fasilitas umum.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Tindakan vandalisme jelas melanggar peraturan daerah karena merusak fasilitas umum,” ujar Bambang saat dihubungi wartawan, Jumat (9/1).

Bambang menduga kuat coretan tersebut dilakukan oleh oknum yang sengaja ingin memancing reaksi dan memperkeruh suasana menjelang pertandingan. Ia mengimbau masyarakat, khususnya pendukung Persib, agar tidak terprovokasi.

“Jangan sampai suporter Bobotoh terprovokasi. Kita tahu siapa oknum yang menulis itu, bisa jadi ini bagian dari proxy war atau psywar. Terpenting adalah kita tetap menahan diri,” katanya.

Ia menambahkan, Satpol PP Kota Bandung akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan berkoordinasi bersama dinas terkait untuk melakukan pembersihan serta pengecatan ulang pilar jembatan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga estetika kota sekaligus mencegah munculnya provokasi lanjutan.

“Ya, akan kami koordinasikan dengan dinas terkait, termasuk Cipta Bintar dan pengelola aset jalan nasional. Sekarang fokusnya antisipasi dan membersihkan coretan itu,” ujarnya.

Selain itu, Bambang menegaskan Satpol PP bersama aparat terkait akan meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas umum, khususnya di titik-titik strategis Kota Bandung, guna mencegah terulangnya aksi serupa.

Seperti diketahui, Persib Bandung dijadwalkan menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-17 Super League musim 2025–2026. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Minggu (11/1) mendatang.

Laga sarat gengsi ini diprediksi berlangsung dengan tensi tinggi, mengingat kedua tim sama-sama mengoleksi 35 poin di klasemen sementara. Persija Jakarta saat ini berada di posisi kedua dengan keunggulan selisih gol atas Persib Bandung. Hasil pertandingan ini dinilai sangat menentukan posisi kedua tim dalam persaingan papan atas klasemen.

Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan berharap masyarakat, khususnya suporter sepak bola, dapat menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Aksi vandalisme dan provokasi dinilai hanya akan merugikan banyak pihak serta mencederai semangat sportivitas dalam sepak bola nasional.