Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Atap bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Desa Andir, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, ambruk pada Kamis (8/1/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan tiga ruang kelas rusak dan tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 2 Andir, Aswandi, menjelaskan bahwa kejadian ambruknya atap terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya sekolah melaksanakan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para siswa pada pagi hari.
“Pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB setelah pembagian MBG, anak-anak sudah pulang ke rumah masing-masing. Tidak lama kemudian, sekitar jam 10.00 WIB terdengar suara keras seperti ‘gebrug’, ternyata atap tiga ruang kelas di bagian utara ambruk,” ujar Aswandi saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, bagian bangunan yang ambruk merupakan atap yang menggunakan konstruksi baja ringan.
Menurutnya, usia bangunan tersebut sekitar empat tahun sejak terakhir direhabilitasi.“Kemungkinan karena beban genting terlalu berat, sementara rangkanya baja ringan, jadi tidak kuat menahan beban,” jelasnya.
Tiga ruang kelas yang terdampak merupakan ruang kelas 1, 2, dan 3. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian seluruh siswa sudah tidak berada di lingkungan sekolah.
Pasca kejadian, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan yang kemudian meneruskan laporan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.
“Saya langsung konsultasi dengan pihak kecamatan dan disambungkan ke Dinas Pendidikan. Saat ini kami masih menunggu tindak lanjut dari dinas,” tambahnya.
Terkait proses belajar mengajar, Aswandi menyatakan pihak sekolah akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari solusi sementara.
“Kemungkinan untuk sementara kegiatan belajar akan dialihkan, bisa menggunakan fasilitas desa seperti madrasah diniyah (MD), sambil menunggu perbaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar, Asep Fajar Aliwardhana, memastikan bahwa bangunan sekolah yang ambruk akan segera ditindaklanjuti untuk dilakukan perbaikan.
“Hasil peninjauan lokasi akan segera kami laporkan ke pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan bangunan SDN Andir 2,” kata Asep.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan penyebab ambruknya bangunan.
“Kami juga akan mengecek apakah kejadian ini berkaitan dengan faktor hidrometeorologi, mengingat dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan cukup tinggi,” pungkasnya.





