MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM — Banjir melanda Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, setelah saluran Sungai Cilutung jebol akibat hujan deras berkepanjangan. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material dan sosial bagi masyarakat setempat.
Berdasarkan data sementara, banjir merendam 269 unit rumah warga yang tersebar di Blok Situngsari dan Mekarsari. Selain itu, sekitar 50 hektare lahan persawahan ikut terendam, 30 kolam ikan milik warga terdampak, serta enam mushola mengalami kerusakan akibat genangan air.
Dampak banjir juga dirasakan pada layanan publik. Aktivitas belajar mengajar di MTs, Madrasah Diniyah, dan SDN Kasturi terganggu, sementara layanan kesehatan di Puskesmas Gumuruh sempat terdampak akibat genangan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman meninjau langsung lokasi terdampak banjir pada Kamis (8/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta memantau penanganan darurat pascabanjir.
Dalam kunjungannya, Bupati menyerahkan bantuan berupa sembako, alat kebersihan, dan tikar kepada warga terdampak. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Ketua Baznas Majalengka, Kalak BPBD, Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Sosial, serta Camat Cikijing.
Bupati menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami masyarakat dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membantu warga terdampak.
“Kami hadir langsung untuk melihat kondisi warga dan memastikan kebutuhan mendesak di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti dengan bantuan serta penanganan lanjutan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait segera melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh serta menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang guna meminimalkan risiko banjir di kemudian hari.
Menurut Bupati, salah satu penyebab meluapnya air adalah kondisi jembatan di sekitar Masjid At-Tin yang memiliki tiang penyangga besar di tengah aliran sungai sehingga mempersempit alur air. Kondisi tersebut diperparah oleh tumpukan sampah yang menyumbat salah satu sisi aliran.
“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak BBWS Cisanggarung karena ini merupakan kewenangannya. Dokumentasi kondisi jembatan sudah saya sampaikan dan diharapkan segera dilakukan survei untuk menentukan langkah perbaikan,” jelasnya.
Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak ingin persoalan banjir dibiarkan berlarut-larut akibat tarik-menarik kewenangan.
“Kalau terus saling lempar kewenangan, masyarakat yang menjadi korban. Kita akan duduk bersama dengan BBWS dan OPD terkait untuk menentukan langkah penanganan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kasturi, Yadi Supriadi, mengatakan pihaknya bersama pemerintah desa, BPBD, dan unsur terkait terus melakukan koordinasi serta siaga di lokasi terdampak.
“Kami terus melakukan pendataan dan penanganan darurat. Aparat di lapangan tetap siaga, terutama menghadapi potensi hujan susulan,” ujarnya.
Salah seorang warga terdampak, Dede (38), mengaku air datang dengan cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Air masuk cepat dan merendam rumah hingga setinggi lutut. Kami hanya sempat menyelamatkan barang seadanya. Kami berharap ada solusi agar banjir tidak terulang,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat agar dapat ditangani dengan cepat.





