Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Skema teknis pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dipastikan menggunakan sistem embarkasi penuh. Seluruh proses administrasi dan pemeriksaan jemaah dipusatkan di Asrama Haji Indramayu sebelum keberangkatan.
Direktur Utama PT BIJB, Ronald H. Sinaga, menjelaskan bahwa tahapan penting seperti pemeriksaan imigrasi, dokumen perjalanan, hingga kesiapan jemaah telah diselesaikan di embarkasi. Dengan demikian, saat tiba di bandara, jemaah dalam kondisi siap terbang.
“Pada saat di bandara, jemaah itu sebenarnya sudah dalam kondisi seperti di dalam pesawat, karena semua proses sudah selesai di embarkasi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Dengan sistem ini, BIJB berfungsi sebagai titik akhir sebelum keberangkatan. Setibanya di bandara, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan utama, melainkan langsung menuju proses akhir penerbangan.
Meski demikian, pihak bandara tetap menyiapkan fasilitas pendukung, seperti area istirahat sementara dan penyediaan air minum, guna mengantisipasi kebutuhan jemaah di lapangan sesuai koordinasi dengan Kementerian Agama.
Dari sisi operasional, jadwal penerbangan haji di BIJB bersifat fleksibel, tergantung pengaturan pemerintah. Dalam satu hari, pemberangkatan dapat berlangsung satu hingga tiga kali penerbangan.Ronald menegaskan, skema tersebut bukan hal baru.
Pada musim haji sebelumnya, BIJB telah mampu melayani hingga tiga penerbangan per hari tanpa kendala berarti.
Dari sisi kapasitas, BIJB dinilai sangat memadai. Bandara ini memiliki kapasitas tahunan sekitar 5 juta penumpang dan mampu melayani hingga 7.500 penumpang per hari.
Pada musim haji tahun ini, BIJB Kertajati dijadwalkan melayani sekitar 40 kelompok terbang (kloter). Namun, kapasitas yang tersedia memungkinkan bandara tersebut melayani hingga 60 bahkan 70 kloter.
Dengan kesiapan teknis dan pengalaman operasional yang dimiliki, BIJB optimistis dapat menjaga kelancaran pemberangkatan jemaah haji 2026, dengan seluruh proses utama dipusatkan di Embarkasi Indramayu dan bandara sebagai titik akhir sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.





