SUBANG, TITAHIJAU.com – Kisah kepergian tragis Indriana Dewi Eka menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Korban pembunuhan berencana yang dipicu oleh drama cinta segitiga ini meninggalkan luka yang dalam, terutama bagi ibunya, Endang Tatik, yang menyebut Indriana sebagai tulang punggung keluarga.
Sejak hidup, Indriana telah menjadi penopang ekonomi keluarganya. Penghasilannya menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengingat ayahnya hanya bekerja sebagai tukang ojek pangkalan.
Endang menggambarkan Indriana sebagai anak yang baik dan patuh, membuat kepergiannya meninggalkan luka yang mendalam di hatinya.
Tragedi ini dimulai ketika Devara Putri Prananda mengetahui bahwa kekasihnya, Didot Alfiansyah, juga memiliki hubungan dengan Indriana. Devara, yang telah menjalin hubungan selama lima tahun dengan Didot, memberikan ultimatum padanya. Didot diminta untuk menghabisi nyawa Indriana jika ingin memilihnya.
Didot setuju dengan syarat tersebut dan mengajak temannya, Muhammad Reza, untuk menjadi pelaksana pembunuhan. Mereka merencanakan aksinya sejak 15 Februari 2024, mencari tempat yang aman untuk melaksanakan rencana tersebut.
Pada 20 Februari 2024, eksekusi dilakukan di dalam mobil Avanza hitam di Jalan Bukit Pelangi, Sentul, Bogor. Reza menjerat leher Indriana dengan ikat pinggang selama 15 menit hingga korban tewas. Jasad korban kemudian dibuang ke jurang di belakang Tugu Gajah Kota Banjar, Jawa Barat.
Kekejaman pembunuhan tersebut terungkap setelah jasad Indriana ditemukan oleh warga pada 25 Februari 2024. Pihak kepolisian segera bertindak dan menangkap tiga pelaku: Devara, Didot, dan Reza.
Para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP ayat 4, dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.
Kisah tragis ini menjadi pengingat akan bahaya dari konflik cinta segitiga yang dapat berujung pada tindakan kriminal yang mengerikan.
Semoga keadilan dapat ditegakkan untuk meringankan luka yang dirasakan oleh keluarga Indriana dan memberikan pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya mengatasi konflik dengan cara yang damai dan beradab.




