CIANJUR, TINTAHIJAU.com — Seorang kurir pengantar paket menjadi korban pengeroyokan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat dugaan kesalahpahaman saat proses pengantaran barang. Peristiwa tersebut berujung pada laporan polisi dan penangkapan sejumlah pelaku.
Korban diketahui bernama Abdul Qudus. Ia mengalami luka di bagian kepala setelah dianiaya oleh sekelompok orang. Insiden itu diduga dipicu persoalan sistem pembayaran cash on delivery (COD) yang kerap menimbulkan kesalahpahaman antara kurir dan penerima barang.
Seperti yang dikutip dari laman KOMPAS.tv, Menurut keterangan korban, kejadian bermula ketika dirinya menitipkan pesan kepada anak pemilik paket agar orang tuanya tidak kembali melakukan pemesanan. Pesan itu disampaikan lantaran Abdul sering mendapati paket yang harus dibayar di tempat, namun penerima tidak berada di rumah saat pengantaran.
Ucapan tersebut diduga menyinggung perasaan pihak penerima paket. Tak lama berselang, korban dihadang oleh beberapa orang yang kemudian melakukan pengeroyokan hingga Abdul mengalami luka.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Berdasarkan laporan korban, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Saat ini, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.





