FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemkab Subang Diminta Tangani Dampak Korona Sektor Ekonomi

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Pemkab Subang diminta untuk memperhatikan masyarkat yang terdampak corona, terlebih komunitas masyarkat ekonomi.

Intervensi pemerintah, tidak hanya fokus pada pencegahan penyebaran virus dan penanganan pasien, tapi Pemerintah sudah mulai bergeser memikirkan ke ranah dampak dari mewabahnya corona.

Hal ini terkait dengan maklumat pemerintah yang meminta masyarakat untuk diam di rumah guna mencegah penularan virus corona. Kondisi ini memaksa, pelaku ekonomi, khususnya pedagang kecil harus gulung tikar dan atau menelan kerugian tidak sedikit

BERITA LAINNYA:

Dampak Corona, Pemkab Majalengka Upayakan Bantuan untuk Jamila dan Misbar

Berkah Corona, Masker Bikinan Santri Darul Falah Cisalak Subang Kebanjiran Pesanan

Cegah Corona, Pemdes Wantilan Subang Gunakan Masker



Pengamat Ekonomi dari STIESA Subang Gugyh Susandi mengatakan, setidaknya korona akan berdampak pada sektor perekonomian di dua bagian yaitu kelompok masyarakat (konsumen) dan kelompok pedagang kecil (produsen).

"Minimal ada dua yang harus dilakukan pemerintah sehingga aktivitas ekonomi tidak lumpuh. Suport permodalan bagi pedagang dan pastikan stok pangan di masyarakat," kata Gugyh kepada TINTAHIJAU.com

Gugyh menerangkan dampak korona terhadap konsumen melalui dua mekanisme, pertama turunnya daya beli masyarakat karena sisi pendapatan yang berkurang khusus pada sektor ekonomi informal yang bersifat harian dan borongan.

Sektor Ekonomi formal juga secara jangka panjang dalam 3-6 bulan kedepan akan mengalami penurunan pendapatan. Mekanisme kedua, kelompok konsumen akan menghadapi naiknya harga barang atau komoditi.

"Kenaikan harga ini bisa dipicu oleh dua faktor yaitu demand pull inflation (permintaan meningkat akan mendorong harga) khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dan kedua cost push inflation (kenaikan biaya yang tergantung pada bahan baku impor akan menarik harga manjadi naik).

Di satu sisi, corona juga berimbas terhadap Kelompok Produsen atau Pedagang Kecil Tradisional. Dampak korona terhadap produsen bisa melalui dua mekanisme, pertama, produsen sulit mendapatkan pasokan barang karena pasokan terganggu oleh ulah para spekulan.

Kedua, ketika ada barang pun harga pokok produksi (HPP) menjadi naik karena persaingan produsen monopolistik atau oligopolistik.

"Pedagang kecil sulit untuk mencari profit dengan HPP yang tinggi, di saat yang sama konsumen sedang turun daya belinya. Dalam kondisi seperti pedagang dengan kategori besar (para kartel) dan distributor (pemburu rente) yang akan diuntungkan keadaan krisis," paparnya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Twitter Update

Tak Lagi PSBB, Toko di Subang Kota Boleh Buka, Tapi... https://t.co/q2rgJtDMmF
Baru Dibuka, Pengurusan SIM di Mapolres Subang Meningkat Tajam https://t.co/2L4zVz0X5x
Gugus Tugas Indramayu: Satu Keluarga dan Seorang Perawat Positif Corona https://t.co/w0R6lTmeDd
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter