FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Janda Bolong Lagi Naik Daun, Satu Lembar Daun Dihargai Rp30 Juta

Indeks Artikel

Tanaman Monstera Obliqua atau Janda Bolong tengah naik daun. Untuk mendapatkan tanaman janda bolong harus rela mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah.

Belakangan ini bisnis tanaman hias sedang digemari masyarakat. Untung yang dihasilkan dari bisnis tanaman hias pun terbilang besar.

Bisnis yang menjanjikan membuat Seorang warga dari Desa Kenokorejo yakni Nano Priyanto, berhasil menyulap halaman rumahnya menjadi kebun tanaman hias. Beragam tanaman yang dia jual, salah satunya monstera obliqua atau janda bolong. Nano mengatakan, untuk harga tanaman hias sendiri cukup bervariasi, untuk monstera obliqua bisa mencapai Rp30 juta per tangkai daun.

BACA JUGA: Bunga Kaktus, Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandem Covid-19

"Memaksimalkan halaman rumah untuk suplai oksigen karena saya hobi bercocok tanam. Saya kembangkan, ada teman yang tertarik bahkan rela merogoh kocek. Saya sebagai guru di masa pandemi ini bisa meluangkan waktu pagi, sore untuk mengembangkan dan melayani permintaan konsumen," ujarnya

Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Nano memang menekuni budidaya tanaman hias aroid yang merupakan sebutan untuk tanaman keluarga aracheae seperti aglaonema, monstera, anthurium, pilodendra, dan lainnya.



Dengan ketekunannya tersebut, Nano yang berprofesi sebagai guru ini berhasil mengembangkan tanaman hias yang saat ini tengah naik daun. Dari budidaya tanaman hias, setiap bulannya, ia bisa memperoleh omzet penjualan hingga puluhan juta rupiah.

Adapun tanaman yang ramai diburu oleh konsumen, di antaranya seperti jenis varigata, monstera obliqua, dan philodendron.

Dirinya mengaku, awalnya menggeluti budidaya tanaman hias hanya sekedar hobi untuk menghilangkan penat dari rutinitas sehari-hari. Namun belakangan, justru banyak yang berminat, bahkan rela membayar jutaan hingga puluhan juta rupiah untuk tanaman hias miliknya.

VIDEO VIRAL: Jenis Bunga Yang Lagi Diburu Mamah Muda di Subang

Selain berjualan dari teman ke teman, Nano juga mengembangkan usaha tanaman hias miliknya melalui jejaring media sosial. Tidak hanya pembeli lokal, pembeli tanaman hias pun banyak berasal dari luar Jawa, bahkan sebelum pandemi banyak juga permintaan dari luar negeri.

Sedangkan untuk perawatan maupun penjualannya, Nano kerap dibantu sejumlah orang, sementara untuk hal budidaya, dirinya memilih melakukannya secara mandiri, karena membutuhkan kecermatan dalam pengembangannya.

sumber: okezone

 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

50 Cookies from Subang West Java, Made from Cassava https://t.co/RaBnPIQzRC #prayforsemeru https://t.co/9m8ewLGIUu
Melakukan Olahraga atau Bercinta di Pagi Hari, Ternyata Sama Baiknya https://t.co/3JC0l8cvZB
Dari 660 Positif Covid-19 di Majalengka, Jumlah Pasien Aktif lebih Banyak Ketimbang Pasien Sembuh https://t.co/92NjUw9osS
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter